Ekbis

Miliki 10 Juta Downloader, DANA Targetkan Ini

Surabaya (Beritajatim.com) – Fintech terus bermunculan di Indonesia. Salah satunya adalah Dana, yang sudah satu tahun ada di Indonesia. Dana kini memiliki 10 juta downloader dengan lebih dari 1 juta transaksi sehari. Targetnya tahun ini flatform fintech Dana ini akan semakin masif ada di Indonesia.

“Misi kami adalah menjadikan setiap pelaku kegiatan ekonomi di negeri ini makin produktif dan berdaya saing tinggi sehingga ekonomi mereka berkembang secara signifikan. Untuk itu, sejak awal kami membangun dompet digital Dana sebagai infrastruktur transaksi pembayaran nontunai dan nonkartu yang selalu mampu memberikan kemudahan dan kecepatan, serta cerdas, fleksibel, dan terjamin keamanannya,” tutur Chrisma Albandjar, Chief Communications Officer, Dana.

Untuk mencapai misi tersebut, dalam setahun pertama, Dana telah mengembangkan berbagai layanan yang memperkuat fungsinya sebagai dompet digital dari, oleh, dan untuk Indonesia. DANA sebagai dompet digital kini bukan hanya untuk melakukan transaksi pembayaran digital, tapi juga efektif untuk mengirim uang, menyimpan kartu debit dan kartu kredit, serta menunjang berbagai transaksi keuangan dan gaya hidup para pengguna melalui beragam fitur yang tersedia.

“Sebagai infrastruktur pembayaran digital berplatform terbuka, dompet digital DANA memiliki kemampuan dan manfaat untuk setiap pelaku usaha online dan offline, termasuk startup. Sehingga para pelaku usaha dapat berkonsentrasi terhadap produknya dan pembayaran dapat dilakukan dengan debit rekening atau memanfaatkan kartu kredit cukup melalui DANA. Dengan demikian semua pelaku usaha tetap kompeten dan berdaya saing tinggi di era digital ini,” ungkap Chrisma.

Chrisma memberi contoh berbagai jenis pengusaha baik offline maupun online, dapat langsung melakukan semua transaksi secara digital, nontunai dan nonkartu. Pengusaha offline diantaranya adalah para pedagang di pasar tradisional, pengemudi jasa transportasi umum, pemilik toko individual hingga gerai-gerai yang memiliki ratusan cabang seperti Ramayana, KFC, Sour Sally, Gulu Gulu, Hoka-Hoka Bento, Wendy’s, Coffee Bean, Baskin Robbins, Bakmi GM, Domino’s, Rejuve, hingga Kopi Kulo dan Kopi Kenangan. DANA pun bisa digunakan di jaringan pengguna Moka POS, sehingga mereka pun memiliki akses untuk dibayar menggunakan kartu kredit dan kartu debit yang sudah disimpan di dompet digital Dana.

Selain pengusaha dan pengguna individual, dompet digital DANA berkolaborasi dengan perbankan untuk meningkatkan jumlah pengguna layanan perbankan sekaligus untuk meningkatkan inklusi finansial secara luas. Melalui sinergi dengan DANA, bank-bank yang memiliki jumlah cabang terbatas tetap dapat meningkatkan jumlah pengguna layanannya karena baik pengguna maupun pengusaha memiliki opsi untuk menyimpan akunnya di DANA, ataupun mengirimkan uang ke rekening bank melalui DANA.

“Dana bukan pengganti bank, melainkan pelengkap transaksi pembayaran atau penggunaan layanan perbankan. Sebagai contoh, DANA mampu memfasilitasi transfer saldo dengan cepat dan mudah melalui layanan Kirim DANA dan Minta DANA, serta memungkinkan pengguna membayar dengan kartu debit atau kartu kredit mereka yang sudah tersimpan di dompet digital DANA. Dengan layanan-layanan sinergis tersebut, baik pelaku usaha maupun tetap dapat melakukan aktivitas transaksi meskipun sedang tidak membawa uang tunai ataupun berada jauh dari ATM,” ujar Chrisma.

Dari sisi pelaku usaha, transaksi menggunakan DANA juga dapat membuat bisnis berjalan lebih produktif dan efisien. Mereka bahkan tak perlu khawatir lagi jika tidak memiliki uang pecahan untuk kembalian atau khawatir dengan risiko kehilangan uang. Dengan dompet digital DANA, transaksi dengan nominal tak lazim seperti Rp1 pun dapat terlayani.

“Kolaborasi BRI dengan DANA juga dapat membantu mengoptimalkan upaya kami meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan masyarakat yang belum memiliki akun perbankan atau belum bisa mendapatkan layanan perbankan secara optimal. Kami optimistis, sinergi ini juga makin membuka peluang bagi para pelaku usaha konvensional untuk go-digital, memanfaatkan teknologi terkini, dan meningkatkan daya saing di era 4.0,” ujar Kaspar Situmorang, EVP Digital Centre of Excellence, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). [rea/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar