Ekbis

Milenial Butuh Passion Dalam Bekerja

Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki karyawan yang sebagian besar kaum milenial memang sangat menantang. Sebab kaum milenial akan selalu memberikan warna dan ide yang segar bahkan ide gila yang mampu mendongkrak penjualan maupun income perusahaan. Namun di balik kreatifitas mereka yang tak kenal batas itu, para milenialnya juga Moody dan masih belum mampu bertanggung jawab atas pilihan pekerjaan yang mereka geluti.

Hal ini terungkap dari dua tokoh inspiratif yang sebagian besar mempekerjakan kaum milenial. Yakni Fuad Benardi, salah satu pemilik Bober Cafe di Surabaya yang membeberkan sangat senang bekerja dengan 28 karyawan cafenya yang sebagian besar adalah anak muda.

“Mereka selalu punya energi lebih dalam bekerja maupun memberikan ide untuk kemajuan cafe. Namun karena masih mudah emosi mereka masih up and down. Maka sebagai atasan kita harus mampu memenej itu,” beber Fuad saat menjadi pembicara dalam seminar Managing Millenial Workforce yang digelar oleh PT Magnet Solusi Integra (MSI) di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, Kamis (14/3/2019).

Hal yang sama juga diamini oleh Jonny Widodo, Direktur OVO, yang juga mengakui jika 200 karyawannya juga merupakan kaum milenial. Baginya sosok milenial menjadi sosok yang harus dipahami karakternya lebih dalam. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kaum milenial lebih mengutamakan kenyamanan dan hubungan yang personal dengan perusahaannya baru kemudian faktor gaji menjadi penentu kedua, bagi kaum milenial bertahan di sebuah perusahaan.

“Mereka adalah kaum yang bekerja bukan semata mendapatkan gaji, tetapi lebih untuk pencapaian visi hidupnya. Mereka bekerja karena tuntutan Passion bukan semata gaji. Makanya kalau ada karyawan milenial yang datang hendak keluar dari OVO, saya akan beberkan visi perusahaan kedepan dan pentingnya mereka ada di dalam tim saya,” jelas Jonny.

Ditambahkan, sebagai atasan kita jangan kaget jika si kaum milenial suka mendebat kebijakan kita. Perdebatan mereka terkadang sering membuat ide baru muncul karena mereka berpikir dari sisi yang berbeda.

“Jadi jangan di Judge dulu kalo mereka melawan tetapi dengarkan debat dan sisi lain dari ide mereka,” tandasnya.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar