Ekbis

Meski Dihantam Pandemi, Permintaan Kambing Melonjak 80 Persen

Kediri (beritajatim.com) – Pandemi covid melumpuhkan berbagai sektor, utamanya perekonomian di berbagai daerah, namun hal tersebut tidak berarti bagi pengusaha ternak. Musim pandemi ini justru mendatangkan berkah. Karena akhir-akhir ini permintaan hewan jenis kambing seni mengalami peningkatan lebih dari 80 persen.

Hal tersebut diutarakan Yudiono, warga Desa Kunjang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Bahkan permintaan yang sangat banyak membuat ia kuwalahan untuk mencari bibit unggul yang dijadikan bakalan hewan kontes. “Saya heran, bahkan heran sekali, orang orang banyak yang mencari bakalan kambing seni padahal belum ada yang menyelenggarakan kontes ternak,” ungkap Yudiono.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa tersebut mengungkapkan, jika kambing jenis etawa yang sering di ikutkàn kontes dan mendapatkan sertifikat, maka harga jualnya akan semakin tinggi. Tapi kenyataannya saat ini masyarakat banyak memburu kambing yang justru masih anakan. Dijual dengan harga tinggi pun mereka tak ada yang nawar.

“Saya jual dengan harga tinggi, para pembeli tetap antusias untuk bisa mendapatkan kambing seni, bahkan kambing saya yang lama dan sulit laku akhirnya juga terjual. Selain itu juga saya sangat kesulitan mencari anakan atau bakalan kambing etawa untuk saya ternak lagi, barangnya ada namun harganya sangat tinggi, saya sangat heran,” terangnya.

Saat ini harga kambing jenis etawa yang berumur 1 minggu kelamin jantan berkisar Rp 10 juta, untuk yang berumur 1,5 bulan sekitar Rp 12.5 juta, umur 2 bulan Rp 14 juta dan kambing jenis etawa betina umur 1 bulan sekitar Rp 15 juta.

Selain menjual kambing etawa kontes, Yudiono juga menjual susu kambing etawa dengan harga Rp 30 ribu per liternya. “Dulu sebelum adanya pandemi istri saya mengolah susu untuk dijadikan susu rasa dan es cream namun saat ini tidak berjalan karena sekolah masih libur,” ucapnya.

Meskipun harga jual saat ini terbilang fantastis, namun untuk harga pakan ternaknya masih stabil. Untuk membuat kambing sehat, Yudiono biasa memberikan pakan berupa ampas tahu dengan jagung selipan yang dicampur menggunakan air hangat dan diberikan 2 kali dalam sehari.

“Kalau dari pakan saya tetap memberikan dari bahan organik agar kambing mudah mencerna dan mempunyai daya tahan terhadap penyakit lebih kebal,” tutupnya. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar