Iklan Banner Sukun
Ekbis

Meski Babak Belur, Ini Alasan Peternak Ayam Ponorogo Bertahan

Ketua PPAPP Eny Kustianingsih saat hearing dengan anggota dewan beberapa hari lalu. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah babak belur dihantam oleh harga telur yang anjlok, beberapa peternak di Ponorogo memilih bertahan dengan usahanya tersebut. Mereka yakin, pada bulan Oktober nanti, permintaan pasar terhadap telur terus menggeliat naik. Begitupun dengan harganya akan merangkat di harga ideal untuk peternak.

“Kami masih bertahan, dengan harapan bulan 10 nanti permintaannya akan menggeliat naik, begitupun harganya,” kata Ketua Perkumpulan Peternak Ayam Petelur Ponorogo (PPAPP) kata Eny Kustianingsih, Kamis (30/9/2021).

Bertahannya peternak ini pun bukan tanpa alasan. Bulan Oktober menurut mereka memberi secercah harapan. Bagaimana tidak, kasus covid-19 di Ponorogo mulai terkendali, dengan dibuktikan assesmen dari Kemenkes menempatkan Ponorogo berada di level 1.

“Mulai ada sedikit kelonggaran masyarakat membuat kegiatan. Masyarakat sudah mulai menggelar hajatan,” katanya.

Selain itu, Eny juga memantau harga telur di berbagai daerah, menurutnya di Blitar juga merangkak diangka Rp 16-17 ribu per kilogramnya. Begitupun dengan Magetan, yang sudah mulai naik seribu rupiah. Dimana harga di Magetan ini, menjadi rujukan peternak Ponorogo dalam menentukan harga.

“Setelah kita menggelar bazar beberapa hari lalu di Alon-alon Ponorogo, permintaan telur juga mulai naik. Masyarakat antusias untuk membeli ke peternak lokal,” ungkapnya.

Selain itu peternak juga berharap kepada serapan telur lokal untuk Bansos. Meski hanya sebulan sekali, namun sedikit membantu untuk mengeluarkan telur milik peternak lokal Ponorogo. Dia berharap harga telur di tingkat peternak bisa diangka harga ideal, yakni diharga Rp 20.500 per kilogramnya.

“Dengan kondisi saat ini, harga pakan Rp 8.000, jagung giling Rp 5.600 dan bekatul Rp 4.000. Angka Rp 20.500 untuk harga jual dari peternak itu sudah normal,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan