Ekbis

Menu Sambelan Ikan Cangkalang, Dapur Mamica Sapa Pelanggan Langsung

Dapur Mamica di Jalan Tunggulsari No 8 Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Bagi pelanggan Dapur Mamica, saat ini bisa menikmati menu  secara langsung di tempat. Ini setelah di-launching di Jalan Tunggulsari No 8 Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada 10 Maret lalu.

Dengan tetap menu andalan sambelan, ikan cangkalang, Dapur Mamica berada di gang samping Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, 100 meter di sisi kiri. Dengan gasebo bertingkat dari bambu, Dapur Mamica mulai buka pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB setiap harinya.

Eka Indah (43) mengatakan, sebelumnya selama tiga tahun ia berjualan masakan dengan menu andalan sambelan secara online. Namun karena ingin menyapa langsung pelanggannya dengan memanfaatkan lahan yang ada, akhirnya Dapur Mamica dibuka.

“Ide dari bulan November 2020. Daripada online, jualan makanan online sudah berjalan 3 tahun. Jadi untuk makanannya memang sudah saya jual sebelumnya secara online dan karena ada tanah yang sayang kalau tidak dimanfaatkan jadi ya, kita buka di sini,” ungkap pemilik Dapur Mamica, Rabu (17/3/2021).

Masih kata ibu satu anak ini, ditambah tanah seluas 25 meter x 14 meter tersebut berada di lokasi yang cukup strategis sayang jika tidak dimanfaatkan. Tanah yang dibeli tahun 2000 lalu berada di samping rumah mertua tersebut sebelumnya hanya ditanami pohon mangga dan pisang.

“Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Idenya itu gara-gara setelah jalan-jalan ke Malang bareng keluarga, mampir ke salah satu warung makan yang antre sampai diberi nomor. Jadi saya terinspirasi dari sana. Gasebo-gasebo bambu ini juga pesan di Malang. Masakan langsung racikan saya seperti sebelumnya di online,” ujarnya.

Dibantu empat orang di dapur dan delapan orang di bagian pelayanan, para karyawannya dibagi dua shif untuk melayani para pelanggan Dapur Mamica. Menu sambelan sendiri karena ia suka dengan sambel. Sementara ikan cangkalan sendiri di pilih karena di Mojokerto memang tidak ada.

“Semua bahan baku, ikan cangkalang termasuk udang, cumi didatangkan langsung dari Gresik. Memang saya cari yang di sini tidak ada agar beda dan saya masak dalam keadaan segar sehingga tidak stok banyak. Biasanya subuh bahan baku datang, habis ya sudah. Saya tidak stok banyak biar segar,” jelasnya.

Eka menambahkan, untuk memasak ia manfaatkan di rumah mertuanya yang ada di sisi selatan Dapur Mamica. Sementara di Dapur Mamica hanya untuk  snack dan minuman. Sehingga tak jarang ia harus bolak-balik untuk mengecek dan menyapa langsung pelanggannya.

“Ini semua saya yang masak, makannya saya harus bolak-balik sini ke dapur. Iya ikan Cangkalang jadi andalan dan tidak stok banyak. Karena kalau lama sedikit, tidak enak, tidak segar. Kita punya pelanggan, jangan sampai gara-gara ikan tidak segar, pelanggan lari,” urainya.

Sehingga ia menjaga kualitas masakan. Para pelanggan online saat ini diadakan untuk langsung ke Dapur Mamica karena bisa mengajak keluarga makan bareng. Jika datang dengan banyak jumlah keluarga bisa reservasi sebelumnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar