Ekbis

Menteri BUMN Jelaskan Penyebab Tagihan Listrik Membengkak

Logo Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Jakarta (beritajatim.com)  – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan penyebab tagihan listrik yang melonjak hingga 100%. Tagihan listrik melonjak menimbulkan tudingan bahwa PT PLN (Persero) telah menaikkan tarif listrik secara sepihak.

Padahal nyatanya, PLN tidak mempunyai kewenangan menaikkan tarif listrik. Lagipula tarif listrik tidak naik sejak 2017. Pada tahun ini, Kementerian ESDM memastikan tarif listrik tidak naik hingga September 2020.

Menurut Erick Thohir, tidak ada kenaikan tarif listrik yang dilakukan oleh PT PLN (Persero). Kenaikan tarif yang terjadi dikarenakan adanya pandemi virus corona yang membuat konsumsi listrik meningkat. “Yang paling hot kok tagihannya naik? Itu bukan naik (tarif listrik),” ujarnya di Kementerian BUMN seperti dikutip okezone.com.

Petugas PLN sedang berjibaku melakukan perbaikan tiang listrik di Jember

Menurut Erick Thohir, tagihan yang membengkak karena bulan sebelumnya tidak masuk dalam tagihan di awal pandemi Covid-19 merebak. Oleh karena itu, tagihan tersebut dimasukkan dalam rekening bulan berikutnya sehingga mengalami kenaikan. “Kita kan biasa kalau enggak ditagih suka lupa, pas ditagih marah,” kata Erick

Oleh karena itu, PLN pun bergerak dengan mengeluarkan kebijakan skema cicilan bagi pelanggan yang tagihannya membengkak. Cicilan itu dilakukan hingga September mendatang.

“Tapi apapun, kemarin PLN sudah announce bisa dicicil. Itulah kenapa di PLN sendiri, selain pemasaran tadi, kita akan inovasikan dri smart meter, smart distribusi, smart procurement,” jelasnya.(ted)

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar