Ekbis

Menko Perekonomian Apresiasi PG dengan SNI Award 2019

Gresik (beritajatim.com) – Menteri Kordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi terhadap PT Petrokimia Gresik (PG) dengan penghargaan SNI Award 2019 yang digelar Badan Standarisasi Nasional atau BSN.

Grand Platinum merupakan penghargaan tertinggi dan hanya diberikan kepada perusahaan atau organisasi yang sudah tiga kali berturut-turut meraih predikat platinum dalam ajang SNI Award.

Tahun 2019 PG kembali meraih penghargaan tersebut setelah berhasil meraih penghargaan yang sama pada tahun 2017 dan 2018, sehingga diganjar predikat Grand Platinum.

“Dengan diraihnya penghargaan Grand Platinum SNI Award ini, tentunya memotivasi Petrokimia Gresik untuk terus mengembangkan penerapan SNI, terutama di sektor agroindustri sekaligus sebagai pemicu lahirnya inovasi di segala bidang,” ujar Dirut PG Rahmad Pribadi, Kamis (21/11/2019).

SNI Award adalah penghargaan yang mencerminkan komitmen seluruh karyawan dalam membangun budaya mutu dan menciptakan produk yang berkualitas. Petrokimia Gresik sebagai perusahaan yang tengah menjalankan transformasi bisnis dituntut untuk selalu menerapkan berbagai sistem manajemen berbasis SNI guna meningkatkan daya saing perusahaan.

“Seperti yang telah kami sampaikan dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TPBG) merupakan jawaban kami dalam menghadapi tantangan bisnis di era disrupsi ini. Salah satu strategi yang mendukung suksesnya transformasi bisnis perusahaan kami adalah penerapan berbagai sistem manajemen, diantaranya penerapan standarisasi SNI,” ungkap Rahmad Pribadi.

Dengan penerapan SNI, berbagai sisi manajemen bisnis menjadi lebih sehat dan efisien, kualitas bahan baku selalu terjaga dan produk-produk yang dihasilkan berdaya saing tinggi.

“Dampak yang paling terasa pada penerapan SNI bagi Petrokimia Gresik, adalah produk-produk yang semakin diminati konsumen karena kualitasnya yang selalu terjaga. Hal ini dapat membantu penjualan produk komersial guna mengantisipasi persaingan global,” pungkas Rahmad Pribadi.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro berharap bahwa SNI Award memiliki dampak yang luas bagi pelaku industri untuk menerapkan SNI, baik itu dari penyedia bahan baku, manufaktur, distributor maupun pihak terkait lainnya.

“Khusus untuk lembaga pemerintah atau BUMN, SNI harus menjadi persyaratan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kebijakan ini akan mendorong tumbuhnya industri yang memproduksi barang berkualitas dan memberikan pelayanan jasa sesuai harapan pelanggan yang pada akhirnya menjadikan Indonesia berdaya saing tinggi,”tandasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar