Ekbis

MoU Pusyar 2019 Libatkan 5 Pilar

Meningkat Jadi Rp 5 Milyar Pinjaman Modal Tanpa Bunga

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto kembali menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Program Pembiayaan Usaha Syariah (Pusyar) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). MoU dilakukan di ruang Nusantara, Pemkot Mojokerto, Senin (4/3/2019).

MoU Pusyar pada tahun 2019 ini ditandatangani oleh Ketua Baznas Kota Mojokerto, Direktur BPRS Kota Mojokerto, Kepala Dinas Kouminaker, Kepala Disperindag serta Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Mojokerto dengan disaksikan oleh Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto Harlistyati.

Ada yang spesial pada program yang digagas oleh Baznas pada tahun ini. Program Pusyar yang tahun sebelumnya hanya untuk pelaku UMKM-IKM, tahun ini diperluas untuk para pedagang pasar melalui Program Pusyar Pasar.

Ketua Baznas Kota Mojokerto, Kiai Makshum Maulani menyampaikan, MoU Pusyar tahun ini melibatkan lima pilar yaitu Baznas, BPRS, Diskouminaker, MES ditambah dengan Disperindag yang menangani Pusyar Pasar. “Baznas akan terus memasuki semua lini dalam masyarakat,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Kiai Makshum, Pusyar mampu meningkatkan pendapatan dan menyalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Dalam menyalurkan bantuan Baznas juga melibatkan pemberi bantuan, tak terkecuali seperti OSIS dari sekolah-sekolah secara bergantian.

“Karena hal ini merupakan suatu bentuk pendidikan karakter. Dengan melibatkan para siswa dalam penyaluran bantuan maka mereka akan paham kemana uang yang telah mereka kumpulkan disalurkan,” tuturnya.

Direktur Utama BPRS, Choirudin menjelaskan, melalui Pusyar masyarakat mendapat dana pinjaman dari BPRS dengan memanfaatkan dana Baznas untuk pembiayaan administrasi bank seperti bunga dan biaya asuransi. Sehingga jumlah yang dikembalikan kepada BPRS akan sama dengan jumlah yang dipinjam.

“Pada tahun ini plafon untuk Pusyar meningkat menjadi Rp5 miliar dengan perincian Rp3 miliar untuk UKM-IKM dengan plafon maksimal Rp50 juta untuk produk-produk unggulan dan Rp2 milyar untuk Pusyar Pasar yang dapat dicairkan dalam waktu kurang dari 24 jam dengan plafon maksimal 3 juta dan jangka waktu 120 hari atau 4 bulan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Choirudin menjelaskan bahwa tabungan dari pedagang di pasar akan dibagi untuk tiga hal. Yaitu untuk retribusi pasar, untuk infak sedekah, dan untuk tabungan bagi pedagang. Pihaknya juga akan menyiapkan e-retribusi yang akan di uji cobaselama 3 bulan atau 6 bulan.

“Untuk itu kami harapkan Baznas menyiapkan kupon untuk sumbangan ke baznas. BPRS juga akan menjalankan program CSR Sahabat Kota Mojokerto untuk sertifikasi halal bersama Baznas,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari usai menyaksikan penandatanganan MoU menyampaikan program ini adalah program terobosan dari Baznas untuk kesejahteraan masyarakat yang harus terus dilanjutkan. “Saya ingin sesuatu yang sudah baik kita lanjutkan. Dan hal-hal yang perlu disempurnakan itu adalah kewajiban saya menyempurnakannya,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Ning Ita (panggilan akrab, red), kembali menegaskan bahwa sinergitas sangat diperlukan dalam mencapai sesuatu. Menurutnya, keberhasilan sebuah program itu tidak bisa jalan masing-masing sehingga diperluka sinergi untuk kesuksesan dan semua memiliki tujuan sama yaitu untuk mensejahterakan masyarakat Kota Mojokerto.

“Disperindag telah melakukan pendataan UKM-IKM melalui RT-RT. Dengan data base berbasis IT maka akan mudah untuk menemukan sasaran sehingga output-nya bisa terukur. Sehubungan masih banyaknya warga Kota Mojokerto yang masih mengakses KUR yang berbunga, agar BPRS lebih giat untuk melakukan sosialisasi,” harapnya.

Tujuannya, tegas Ning Ita, agar masyarakat lebih mengenal tentang BPRS dan program-programnya. Terlebih Pemkot Mojokerto dengan Program Pusyar akan meringankan beban masyarakat dalam mengakses permodalan.

“Ketika ada program pemerintah turun ke masyarakat, ayo gabung di sana. Ayo warga Kota Mojokerto segera akses program ini. Daftar di BPRS Kota Mojokerto. Dengan Pusyar, masyarakat dapat memperoleh modal usaha tanpa bunga, tanpa biaya asuransi dan tanpa biaya administrasi,” serunya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar