Iklan Banner Sukun
Ekbis

Meneg BUMN Erick Thohir Apresiasi Transformasi di SIG

Gresik (beritajatim.com)- Meneg BUMN Erick Thohir mengapresiasi transformasi yang dilakukan PT Semen Indonesia Tbk, atau SIG pasca memperluas penetrasi pasar dengan meluncurkan varian produk barunya.

Melalui anak usaha, PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), SIG secara resmi memperkenalkan produk ‘Mortar Indonesia’ khusus membidik segmen premium pasar building material di tanah air. Saat ini, produk tersebut telah tersedia di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Meneg BUMN Erick Thohir mengapresiasi berbagai langkah transformasi di SIG yang kini lebih dari sekedar produsen semen. “Buat saya ini bukan dari sekedar peluncuran produk, ini salah satu wujud inovasi dan transformasi SIG menjadi BUMN berkelas dunia dan berwawasan masa depan,” ujarnya, Selasa (8/6/2021).

Ia menambahkan, dengan adanya platform digital sobat bangun dan akses toko adalah contoh baik bentuk transformasi digital SIG, tidak hanya untuk menangkap peluang di masa dan paska pandemi Covid-19. Namun, merupakan transformasi di era teknologi. “Selamat buat SIG atas pencapaian ini untuk menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional,” imbuhnya.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso menyatakan produk Mortar Indonesia saat ini tak lepas dari visi perusahaan yang bertekad untuk menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di kawasan regional.

“Ada sejumlah strategi yang telah SIG tempuh. Salah satunya dengan mendorong inovasi produk, termasuk di dalamnya adalah launching produk mortar. Ini semakin melengkapi portofolio produk yang telah existing, seperti produk ThruCrete, DekoCrete, SpeedCrete, Masonry Cement serta produk semen hidraulis PwrPro yang telah mendapatkan sertifikasi,” ungkapnya.

“Dalam setiap operasionalnya, SIG juga concern terhadap isu perbaikan lingkungan. Selain memastikan agar proses produksi sesuai kaidah green. SIG juga mengembangkan digitalisasi produk. Bagaimanapun tuntutan untuk menjalan industri 4.0 tidak bisa dielakkan lagi. Saat ini SIG telah melaksanakan itu dan bakal mengembangkannya lebih lanjut,” pungkasnya. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar