Ekbis

Mejeng di Toko Modern, Sambel Pecel Jombang Naik Kelas

Pelaku usaha sedang mengikuti pelatihan di aula Disperindag Jombang, Kamis (18/3/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Meski dalam situasi pandemi, namun Muhtar (51), pengusaha sambal pecel asal Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, bisa menggenjot produksi. Pasalnya, produk makanan miliknya bisa naik kelas. Sambel pecel yang dibanderol Rp 10 ribu per bungkus itu kini mejeng di Toko Modern Alfamart.

Menurut Muktar, sejak sambel produksinya masuk Alfamart, ada peningkatan penjualan. “Lumayan, bisa meningkatkan penjualan. Karena sambel pecel kemasan tersebut bisa dibeli di Alfamart,” kata Muhtar di sela mengikuti ‘Pelatihan Mutu dan Kualitas Standar Toko Modern di aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperundag) Jombang, Kamis (18/3/2021).

Hal yang sama juga dirasakan Namira, pengusaha kue basah asal Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Namira juga hadir dalam pelatihan tersebut. Meski duduk di kursi belakang, wanita berjilbab ini menyimak paparan narasumber.

“Sejak kue basah produksi saya masuk Alfamart, ada peningkatan penjualan. Artinya, ini sangat membantu bagi kami pelaku usaha atau IKM (Indistri Kecil dan Menengah),” kata Namira ketika ditemui di tempat yang sama.

Bukan hanya Muktar dan Namira, ada puluhan pengusaha kecil lainnya yang mengikuti pelatihan tersebut. Mereka menyimak persyaratan dipaparkan oleh pemateri dari Alfamart agar produksinya bisa masuk ke toko modern itu.

Pelatihan yang dihadiri sekitar 50 peserta itu dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jombang Bambang Nurwijanto. Bambang menyambut baik acara tersebut. Karena hal itu bisa mendongkrak perekonomian para pelaku usaha.

Menurut Bambang, pihaknya sengaja mengundang pelaku IKM yang selama ini sudah memasukkan produknya ke toko modern. “Selama ini sudah ada 30 produk IKM Jombang masuk toko modern. Nah, hari ini kita lakukan evaluasi, agar semakin meningkat kualitasnya. Semisal soal kemasan, rasa, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Narasumber sedang menyampakan materi pelatihan kepada pelaku IKM di Jombang, Kamis (18/3/2021)

Wakil Kepala Cabang PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Malang Daduk Budi Susilo menambahkan, selain pelaku IKM pihaknya juga mengundang pemilik warung kelontong dalam pelatihan tersebut. Sehingga mereka bisa bersaing dengan toko modern.

Dengan pelatihan tersebut, Daduk berharap, pelaku IKM di Jombang semakin maju. Dari sisi kemasan produk, rasa, serta penjualan. “Sedangkan pelatihan untuk toko kelontong, kami berharap mereka bisa bersaing dengan toko modern,” kata Daduk.

Oleh karena itu, banyak materi yang diberikan, semisal soal display dan estetika, juga tentang manajemen keuangan. Yang tidak kalah penting adalah soal pelayanan, serta tentang konsistensi jam operasional. “Karena hal-hal itu sangat penting bagi toko kelontong. Sehingga pelanggan puas dan balik lagi. Seputar itulah materi yang kita berikan,” ujarnya.

Daduk juga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut adalah evaluasi kedua. Karena produk IKM Jombang mulai masuk Alfamart pertengahan 2020. “Intinya, pelatihan ini kita lakukan agar pelaku IKM di Jombang semakin maju,” pungkas Daduk. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar