Iklan Banner Sukun
Ekbis

Mayoritas Tanam Pajale, Hanya Ada 3 Jenis Pupuk Bersubsidi di Ponorogo

Kasi Pengolahan Pupuk, Pestisida, dan Pembiayaan Pertanian, Dispertahankan Ponorogo, Samidi(foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tahun ini petani di Ponorogo tidak akan melihat mendapatkan pupuk bersubsidi jenis ZA dan SP-36. Ya, beda dengan tahun lalu, alokasi pupuk bersubsidi kali ini hanya ada tiga jenis. Yakni pupuk Urea, pupuk NPK dan pupuk Organik. Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo menyebut tidak adanya pupuk bersubsidi jenis ZA dan SP-36 ini, merupakan kebijakan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

“Tahun 2022, untuk pupuk ZA dan pupuk SP-36 aturan dari Kementan tidak dialokasikan untuk Ponorogo. Hanya pupuk Urea, pupuk NPK dan pupuk Organik saja,” kata Kasi Pengolahan Pupuk, Pestisida, dan Pembiayaan Pertanian, Dispertahankan Ponorogo, Samidi, Rabu (19/1/2022).

Tidak adanya kedua pupuk bersubsidi tersebut, karena di Ponorogo mayoritas tanamannya adalah padi, jagung, kedelai (pajale). Sehingga menurut penelitian dari Kementan sudah tercukupi dengan ketiga jenis pupuk (Urea, NPK, Organik) tersebut. “Jadi Ponorogo itu tanamannya pajale, Kementan menilai ketiga jenis pupuk itu sudah mencukupi,” katanya.

Dari ketiga jenis pupuk tersebut Kabupaten Ponorogo mendapat alokasi pupuk Urea sebanyak 27.436 ton, pupuk NPK 13.880 ton, dan pupuk organik 21.415 ton. Samidi mengatakan jika jumlah alokasi pupuk bersubsidi Ponorogo pada tahun ini terjadi peningkatan untuk jenis pupuk Urea. Sedangkan untuk jenis NPK dan Organik terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2021.

Untuk diketahui, pupuk bersubsidi di Ponorogo sudah didistribusikan ke kelompok tani sejak seminggu yang lalu. Tahun ini, Kabupaten Ponorogo mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah total sebanyak 62.731 ton. Jumlah alokasi pupuk bersubsidi 63.731 ton itu, merupakan realisasi pengusulan dari elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang diusulkan oleh Dipertahankan Ponorogo. Pengusulan e-RDKK sebanyak 149.312 ton. “Jadi alokasi 62.731 ton atau 42,01 persen realisasinya dari pengusulan e-RDKK sebanyak 149.312 ton,” katanya.

Nantinya Dipertahankan Ponorogo masih akan melakukan pengajuan penambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada pemerintah provinsi (pemprov) Jawa Timur (Jatim). Namun, pengajuan tambahan itu juga berdasarkan penyerapan pupuk yang terjadi di setiap kelompok tani atau per kecamatan. Sebab, setiap tahun memang selalu ada penambahan. Tahun lalu saja ada tiga kali realokasi pupuk bersubsidi.

“Alokasi memang diratakan dalam satu tahun. Dilihat dulu perjalanan penyerapannya. Bisa dilakukan penambahan realokasi, seperti tahun lalu bisa sampai tiga kali,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar