Ekbis

Masyarakat Malang Masih Tahan Uangnya Untuk Berbelanja

Malang (beritajatim.com) – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subkhan mengatakan, inflasi di wilayah Malang sepanjang 2019 cenderung rendah. Angka inflasi sebesar 2,93 persen, sementara target BI Malang berkisar 2,5 hingga 4,5 persen.

“Ini memang cenderung rendah jika dibandingkan target BI. Dari sisi pertumbuhan ekonomi harusnya lebih tinggi, kemungkinan masyarakat menahan uangnya untuk berbelanja,” kata Azka, Senin, (13/1/2020).

Menurutnya, inflasi bukanlah satu-satunya penilaian penentu perkembangan ekonomi. Meski saat ini inflasi rendah, masih bisa dipacu lebih kencang di 2020 ini. Menurutnya, angka inflasi saat ini tak perlu dikhawatirkan, sebab diprediksi pada tahun 2020 angka inflasi akan melebihi 2019.

“Kami optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini semakin bagus dibandingkan tahun kemarin. Meskipun tahun 2019, sebenarnya secara keseluruhan boleh dikatakan pertumbuhan ekonomi stabil, Malang Raya masih lebih tinggi daripada nasional dan Jatim,” papar Azka.

Azka mengatakan, pada tahun 2020 ini potensi perekonomian bakal lebih baik dengan bertumbuhnya banyak tempat wisata baru di Malang Raya. Di wilayah Kabupaten Malang ada banyak potensi wisata pantai yang mulai digaral serius oleh pemerintah.

Kemudian di Kota Malang, pemerintah kota sedang melakukan pemberdayaan secara masif industri kreatif. Serta di Kota Batu, yang memiliki banyak wahana wisata kelas dunia. Apalagi, secara keseluruhan wilayah Malang Raya memiliki banyak perkebunan dan pertanian penghasil sayur, tebu, buah hingga padi.

“Komoditas pertanian masih jadi andalan di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sedangkan di Kota Malang, perdagangan dan konsep ekonomi kreatif juga turut berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar