Ekbis

Masih Ingin Mudik? Kantongi Dulu Persyaratannya

Psawat Garuda Indonesia (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Masih nekat mau terbang atau mudik usai lebaran?. Maka setidaknya Anda harus mengantongi seabrek persyaratan yang rumit berikut ini.

Baru-baru ini, pemerintah melakukan relaksasi untuk bisnis maskapai di Tanah Air, namun bukan bearti maskapai pun bisa membuka semua rute penerbangannya dan membawa semua penumpang. Maskapai milik negara yakni PT Garuda Indonesia Tbk serta Sriwijaya Air menerapkan aturan yang jelimet alias ketat demi mencegah penularan virus Covid-19.

1. Tak lagi menjual tiket via platform online
Garuda Indonesia kinj tak lagi menjual tiketnya secara bebas. Artinya jangan berharap menemukan tiket dijual bebas di platform e-commerce seperti dulu lagi. Seluruh tiket hanya dapat terbitkan di situs Garuda Indonesia, aplikasi GIA Mobile, kantor penjualan, dan Contact Center.

2. Tak semua rute penerbangan tersedia
Memang maskapai tak dilarang terbang di zona merah atau wilayah yang sedang melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetapi jumlah penerbangannya amat dibatasi. Seperti Sriwijaya Air yang hanya terbang dari Jakarta ke Surabaya setiap 2 hari sekali. Sedangkan Garuda Indonesia terbang dari Jakarta-Surabaya-Jakarta mulai Senin hingga Jumat saja sedangkan Sabtu dan Minggu tak ada lagi penerbangan. Maklum maskapai BUMN ini hanya mau melayani mereka yang tugas dinas saja.

3.Mereka yang tugas dinas keluar kota saja yang boleh terbang
Ingin mudik lewat jalur udara menggunakan maskapai Garuda Indonesia, janga harap bisa dilayani. Karena mereka hanya melayani pejabat atau tanu kenegaraan yang memang butuh mobilitas penerbangan. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriation flight) untuk pemulangan Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing.Penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat. Orang yang bekerja pada lembaga pemerintahan atau swasta (Aparatur Sipil Negara, TNI, Polri, Pegawai BUMN, Lembaga Usaha, NGO) yang sedang dalam tugas penanganan Covid-19, Pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum.Pelayanan kesehatan serta sektor ekonomi penting. Nah jika Anda memang bukan salah satu dari orang-orang yang disebutkan diatas, jangan harap bisa mendapatkan tiket.

4.Harus lolos dan mengantongi tes Swab dan Rapid Tes
Maskapai Sriwijaya mewajibkan semua penumpangnya melampirkan hasil swab dan rapid tes saat hendak terbang. Namun tes swab ini hanya dipakai 7 hari kedepan, jika pekan depan penumpang ingin terbang lagi bearti mereka harus kembali melakukan tes dan dinyatakan negatif Covid-19. Garuda Indonesia pun melakukan hal yang sama dan penumpang harus melampirkan hasil tes mereka di formulir yang disediakan oleh pihak maskapai.

5.Warga sipil boleh terbang
Warga sipil dan bukan aparatur negara atau sedang tidak menjalankan misi kemanusiaan Covid-19 sebenarnya masih memiliki celah untuk bisa mudik. Asalkan mereka memiliki alasan kuat untuk mudik seperti orangtua mereka meninggal dunia atau ada anggota keluarga inti yang sakit keras. Pasien yang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit yang lebih besar pun bisa membeli tiket pesawat.
Warga asing yang ingin masuk ke Indonesia pun bisa membeli tiket asalkan mengantongi tes usap tenggorokan (PCR/swab test) dengan hasil non reaktif/negative pada periode maksimum 7 hari sebelum keberangkatan.[rea/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar