Ekbis

Masa Pandemi Covid-19, Karang Taruna Desa Puncu Tunai Berkah dari Budidaya Anggrek

Kediri (beritajatim.com) – Berawal dari hobi, kini usaha penjualan tanaman anggrek Karang Taruna Desa Puncu, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri menuai hasil.  Pada masa pandemi Covid-19 justru menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan penjualan tanaman anggrek tersebut.

Suhendro, Ketua Karang Taruna Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mengaku dalam 6 bulan terakhir ini grafik permintaan terus mengalami peningkatan hingga 100 persen.

“Dulu hanya hobi, tapi kalau melihat perkembangan ekonomi saat ini, paling aman ya anggrek. Inovasi inilah yang bisa saya implementasikan ke teman-teman pemuda,” ucap Suhendro.

Bermula dari bantuan Pemerintah Kabupaten Kediri sejumlah 40 anggrek dewasa dan 60 anggrek remaja, Kini telah berkembang memenuhi greenhouse induk, yang telah dibangun oleh KUBE karang Taruna pada tahun 2018.

Beberapa jenis anggrek disebutkan seperti Dendrobium, Phalaenopsis, Vanda, Cymbidium, dan lain masih banyak lagi. “Sekarang, kurang lebih ada 5.000 anggrek di greenhouse induk. Ada beberapa di teman-teman anggota yang tersebar. Nanti kalau sudah siap jual baru dikolektif disini,” ucapnya.

Suhendro, juga mengungkapkan telah melakukan penjualan secara nasional diberbagai kota dan pulau secara online. Beberapa pesanan terakhir seperti Toraja, Palembang, dan Sulawesi.

Dalam penjualannya, dirinya dan teman-teman karang taruna melakukan penjualan 50 hingga 100 tanaman anggrek. Menurutnya, hingga sampai saat ini pun terus mengalami peningkatan.

Untuk harga sangat bervariasi. Mulai dari harga Rp 15 ribu, hingga jutaan rupiah per tangkai-nya. “Cuma dulu belum tau respon pasar terkait program ini, dan kami terbiasa dengan kegiatan sosial non profit. Akhirnya setelah dijalankan benar ini prospek,” terangnya.

Untuk langkah selanjutnya, Suhendro mengaku mulai melakukan pengembangan untuk penyediaan benih anggrek mandiri. Beberapa pelatihan telah ditempuh untuk dapat mempercepat perkembangan tersebut salah satunya program dari Pemerintah Kabupaten Kediri.

“Kalau dulu kan masih sering beli untuk bibit-bibitnya. Mulai tahun ini, kami mulai pengembangan ke kultur benih guna ketersediaan benih sendiri. Serta untuk bisa penjualan bibit, meningkatkan produktivitas penjualan juga,” tuturnya.

Perlu diketahui dalam program tanaman anggrek tersebut, karang taruna Desa Puncu mendapatkan apresiasi dari Bupati Kediri dengan iklim terbaik pada tahun 2018.

Selanjutnya di tahun 2019 mendapatkan juara pertama dalam inovasi desa dengan program karang taruna Getar jiwa (Gerakan Pemuda Beriman Kreatif dan Berkarya). “Keunggulannya, kalau dari tanaman anggrek kami. Kualitas tanaman didukung oleh iklim, cuaca dan lingkungan. Yang mungkin berbeda dari daerah lain di wilayah Kabupaten Kediri,” pungkasnya. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar