Ekbis

Masa Pandemi, Bisnis Ikan Cupang Kediri Justru Melesat ke Pasar Internasional

Kediri (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 memukul sendi-sendi perekonomian. Tetapi ada sejumlah sektor usaha yang mampu bertahan, bahkan surplus. Salah satunya binis budidaya ikan hias jenis cupang atau betta. Seperti yang digeluti oleh Agus Toriq Yusuf, Warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Menurut pria yang karib dengan sapaan Agus ini, di masa pandemi, permintaan ikan hias jenis cupang melonjak. Bahkan, datang dari pasar luar Negeri. “Kalau luar negeri ke USA, tapi hanya satu dua ke para hobi. Tapi kalau pengambilan rutin partai besar kami kerjasama dengan pupplier, paling banyak ke Abu Dabhi (Uni Emirat Arab),” katanya.

Agus mengawali usahanya sejak 2005 silam. Berawal dari sekadar hobbi mengkoleksi ikan cupang, kemudian ia mulai membudidayakan dalam jumlah banyak. Di pasar lokal menurut agus, ikan hasil budidayanya telah dipasarkan di hampir seluruh provinsi di Indonesia.

“Paling banyak luar pulau, kalau Jawa Timur yaitu Surabaya, Jawa Barat paling banyak Jakarta, kalau paling besar omsetnya ya diluar Pulau,” katanya.

Dalam sebulan, agus mengaku mampu menjual 30 ribu ekor ikan cupang dari kolamnya. Sementara harga yang dibandrol bervariatif, dimulai dari Rp 3 ribu sampai Rp 300 ribu. Bahkan ada ikan cupang yang dihargai mencapai Rp 1 juta per ekor. Selain mengejar profit lewat usaha ini, Agus juga memberdayakan 12 ibu rumah tangga di lingkungan sekitar.

“Dulu kan ibu-ibu kalau pagi, habis masak nganggur, nah daripada saya mencari karyawan bekerja di sini, lebih baik saya pekerjakan di rumahnya Masing-masing dan tidak menyita waktunya, bisa sore, bisa pagi,” tuturnya.

Kini Agus juga mempunyai banyak reseller yang turut mengambil ikan cupang di rumahnya. Salah satu reselernya kini bahkan juga telah melakukan penjualan hingga di pasar internasional. Ialah Agung Indra, resseller asal Tlogomas Malang. Dia menjadi pengambil ikan cupang di Kolam milik Agus dengan omset yang cukup besar.

“Saya permintaan kebanyakan Jakarta, Jawa Tengah, kalau luar pulau itu daerah Makasar, Tarakan Kalimantan, dan Papua. Kalau luar negeri pernah ke USA. Saya jual mulai jual di angka Rp 250 ribu sampai Rp 1,5 juta untuk varian yang berbeda. Kalau ikan terbilang langka, itu pasti saya jualnya lebih mahal lagi,” katanya. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar