Ekbis

Lewat BCC

Mandiri Tunas Finance Jaring Generasi Milenial Terjun ke Dunia Bisnis

Surabaya (beritajatim.com) – Mandiri Tunas Finance menggelar Bussiness Case Competition (BCC) sebagai sarana untuk menjaring minat generasi milenial untuk terjun ke dunia bisnis. BCC ini merupakan batch kedua dan diikuti oleh 15 Perguruan Tinggi se Indonesia. Untuk Jawa Timur, terdapat 3 Perguruan Tinggi yang mengikuti kompetisi ini, yakni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Surabaya (Ubaya).

BCC mennarget mahasiswa tingkat akhir dengan ketentuan utama kompetisi ini adalah lomba membuat aplikasi bisnis berbasis teknologi. Menyasar perkembangan teknologi, BCC menawarkan hadiah yang cukup besar bagi pemenang kompetisi ini.

“Kami sangat bangga atas tingginya antusiasme para peserta, dimana pendaftar yang masuk mencapai ratusan dan berasal dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka,” ujar Deputi MTF B Perana Citra Ketaren.

Mengusung tema “Digital business innovation using information technology for Multifinance Business” menurut dia terdapat 3 tahapan dalam MTF Business Case Competition. Yaitu administration selection, proposal & application submission dan final.

Sementara untuk persyaratan dan ketentuan kompetisi antara lain, peserta adalah program sarjana di perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia semester 5 ke atas. Kemudian peserta adalah kelompok dengan maksimal tim 3 orang, peserta kelompok hanya boleh berasal dari perguruan tinggi yang sama. Kemudian peserta yang dinyatakan lolos seleksi proposal, wajib mengikuti final kompetisi di Jakarta. Dan aplikasi yang diikutsertakan berupa mobile app (android dan Ios)

“Melalui ajang ini, kami juga berharap dapat mendorong semangat dalam menghadapi era digital. Hal ini juga sejalan dengan tema “The New Paradigm of Ecosystem” yang tengah dicanangkan sebagai corporate planning MTF tahun ini,” kata dia.

Dia melanjutkan Bisnis Case Competition ini sudah menginjak tahun kedua. “Tahun ini juga sama bahwa kita inginkan lebih banyak dari tahun lalu idenya, lebih kreatif dan lebih inovatif. Setidaknya ada dua hal yang kita kenalkan, yaitu industri multifinance kepada kaum milenial dan juga ini adalah wadah kaum milenial menuangkan ide kreatif maupun inovatif mereka ke dalam dunia bisnis di perusahaan pembiayaan,” tuturnya.

Pada penyelenggaran tahun pertama menurut dia banyak sekali ide kreatif. Misalnya contoh perusahaan otomotif salah satu brand melakukan di tol supaya tidak ngantuk di dalam kecepatan tertentu dan jangka waktu tertentu kantungnya getar. “Ini contoh inovasi yang mungkin kita tidak pernah terpikir, mungkin selama ini kalau dia ngantuk kecelakaan,” imbuhnya.

Terpisah HC People Resourcing Linda Gozali menambahkan ada perbedaannya untuk kompetisi pertama dan yang sekarang. “Yang pertama itu sifatnya mahasiswa memberikan suatu ide usulan. Untuk selanjutnya ingin kita implementasikan atau kita realisasikan. Untuk yang kedua ini mahasiswa yang sudah memberikan ide itu kita lanjutkan kesempatan untuk magang,” imbuhnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar