Iklan Banner Sukun
Ekbis

Mall UMKM Depan Museum Keraton, Pusat Oleh-oleh Khas Sumenep

Bupati Sumenep, Ach. Fauzi saat berbelanja di mall UMKM

Sumenep (beritajatim.com) – Bagi para wisatawan atau tamu-tamu dari luar yang berkunjung ke Sumenep, saat ini tidak perlu bingung lagi kalau ingin berbelanja produk atau camilan khas Sumenep sebagai oleh-oleh. Di depan Museum Keraton Sumenep, Bupati baru saja meresmikan ‘Mall UMKM’. Di mall UMKM ini, pengunjung bisa berbelanja segala produk unggulan Sumenep, mulai batik, jamu, hingga makanan dan minuman khas.

“Mall UMKM ini merupakan embrio utama untuk melihat detil hasil produksi UMKM kita. Produk UMKM yang masuk ke mall harus sesuai standarisasi,” kata Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, usai meresmikan Mall UMKM, Senin (27/06/2022).

Ia meminta agar nantinya para pengunjung museum serta tamu-tamu Bupati yang masuk lewat Labang Mesem, harus keluar melalui mall UMKM. Dengan demikian, diharapkan para tamu akan terpancing untuk berbelanja di mall UMKM.

“Tolong diatur gimana caranya, supaya tamu-tamu ini pintu masuknya Labang Mesem, dan pintu keluarnya mall UMKM. Kalau lewat mall UMKM, kita harap tamu-tamu itu bisa mengeluarkan uang dari kantongnya, dengan berbelanja oleh-oleh di mall UMKM,” paparnya.

Dari data yang ada, mulai tgl 1-26 Juni 2022, pengunjung museum keraton Sumenep mencapai 8.000 orang. Bupati meyakini, bulan Juli bersamaan dengan masa liburan sekolah, jumlah pengunjung akan semakin meningkat.

“Berarti ini sangat potensial. Belum lagi tamu Bupati dalam 1 bulan ini mencapai 400 orang. Nah, Kalau mereka semua pintu keluarnya lewat mall UMKM, otomatis mereka akan melihat-lihat, dan bisa jadi berbelanja disini,” ucap Bupati.

Namun Bupati mengingatkan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep untuk memantau pengelolaan mall UMKM ini, mengingat sebagian besar modal UMKM terbatas.

“Jadi pengelolanya harus dikasih bantuan sesuai aturan yang berlaku. Kalau produknya hanya dititipkan disini tanpa dibeli di muka, mungkin akan berat ke mereka. Dinas Perdagangan, carikan solusilah supaya tidak memberatkan UMKM. Bentuknya nanti bisa sampel-sampel atau seperti apalah,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta agar mall UMKM juga terkoneksi dengan gedung Halal Hub, mana saja produk yang bisa naik kelas dan bisa dipasarkan di pasar nasional hingga ke luar negeri.

“Silahkan diinventarisir. Dengan Mall UMKM ini, bisa menjadi pemetaan, mana UMKM yang masih aktif dan konsistem produksi. Harus ada data konkret. Mana yang mutunya layak untuk naik kelas, dikoneksikan ke halal hub di Tajamara,” terangnya. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar