Ekbis

Mahasiswa KKN Gagas Produk Kripik Tette Khas Ladung

Produk Kripik Tette Ladung gagasan mahasiswa KKN Kerja Sosial IAI Al-Khairat Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Mahasiswa Peserta Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXV Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, memberdayakan masyarakat Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, melalui program pemberdayaan dengan kemasan produk Kripik Tette Ladung.

Dalam program Mahasiswa Mengabdi berbasis Participatory Action Research (PAR) tersebut, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (ESY), Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) menggandeng masyarakat setempat, khususnya para perajin kripik tette melalui gagasan Womenpreneur.

“Sebenarnya cukup banyak potensi di Desa Larangan Badung, yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan sektor ekonomi dan pendapatan masyarakat. Salah satunya produk kripik tette yang patut untuk dikembangkan,” kata Koordinator Pos 16 PKN IAI Al-Khairat Pamekasan, Kholqiyatun Noriyah, Minggu (16/8/2020).

Program pemberdayaan tersebut sengaja digagas karena dinilai lebih terjangkau dibandingkan jenis produk lain yang sudah mulai menyeluruh di lingkungan masyarakat Larangan Badung. Semisal produk batik yang cukup populer dengan beragam jenis motif hingga pemasaran.

“Prinsipnya produk kripik tette ini kami nilai sangat efisien dan lebih terjangkau, tentunya jika dibandingkan dengan produk lain semisal batik yang ada di desa ini. Hemat kami, produk kripik tette dengan kemasan ini juga sangat mudah dipahami masyarakat, apalagi selama ini mereka juga sudah berkecimpung di bidang ini,” unykapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menilai jika produk Kripik Tette Ladung sangat potensial untuk mendukung sektor ekonomi masyarakat khususnya di Desa Larangan Badung. “Jadi hemat kami, produk ini sangat menjanjikan dan dapat memberikan dampak besar untuk sektor perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Namun demikian, upaya untuk memperbaiki sektor perekonomian masyarakat dengan memaksimalkan produk khas desa setempat. Pihaknya dihadapkan dengan minimnya kesadaran dan motivasi untuk menindak lanjuti produk. “Sasaran dari gagasan ini adalah masyarakat pembuat kripik tette di Desa Larangan Badung,” jelasnya.

“Di antara upaya kami untuk memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, di antaranya dengan mencoba menghandel pengemasan dan distribusi produk. Salah satunya dengan pendekatan pelatihan pengemasan dan pendistribusian produk,” imbuhnya.

Dari itu pihaknya berharap ide dan gagasan tersebut nantinya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi pemerintah desa Larangan Badung, yakni dalam menerapakan desa tematik sesuai dengan anjuran pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Terlebih melalui gagasan ini, kami juga mencoba untuk untuk mencarikan mitra sebagai langkah untuk mendukung produk kripik tette khas Larangan Badung. Salah satunya dengan menerapkan menggandeng usaha Posank Jaya hingga Homastas,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar