Ekbis

Mahasiswa dan Pelajar Gresik Berprestasi Terima Bestro Senilai Rp 1,9 Miliar

Direktur-Keuangan-SDM-dan-Umum-Petrokimia-Gresik-Dwi-Ary-Purnomo-Saat-Menyerahkan-Bestro-Secara-Simbolis

Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 11 mahasiswa S1 dan 25 pelajar SMA/SMK Gresik yang berprestasi menerima Beasiswa Petro (Bestro) senilai Rp 1,9 miliar.

Pemberian beasiswa itu, relevan dengan rencana pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang bakal memfokuskan alokasi program Corporate Social Responsibility (CSR), BUMN untuk bidang pendidikan.

Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum, PT Petrokimia Gresik, Dwi Ary Purnomo mengatakan, Bestro merupakan salah satu wujud komitmen perusahaannya untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar.

“Ini sebagai bentuk dukungan Petrokimia Gresik untuk memajukan SDM Indonesia melalui dunia pendidikan. Kegiatan ini merupakan implementasi program CSR yang selaras dengan visi Pemerintah,” katanya, Jumat (27/12/2019).

Penerima bestro adalah para pelajar dan mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi di sekitar perusahaan. Petrokimia Gresik menyalurkan anggaran sebesar Rp 1.899.400.000 untuk bestro 2019. Rinciannya, Rp 1.224.400.000 untuk bestro mahasiswa S1 dan Rp 675.000.000 untuk bestro pelajar SMA/SMK.

Berdasarkan surat perjanjian, biaya pendidikan untuk bestro S1 antara lain uang kuliah tunggal (UKT) yang diberikan setiap semester sebesar Rp 5.000.000. Kemudian biaya akomodasi, biaya hidup dan biaya lain-lain yang diberikan setiap bulan sebesar Rp 1.750.000.

Untuk SMA/SMK, Petrokimia Gresik memberikan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan bantuan biaya operasional pendidikan yang diberikan setiap awal bulan sebesar Rp 750.000.

Dalam perjanjian ini disebutkan bahwa Bestro S1 akan diberikan kepada penerima dalam waktu maksimal empat tahun atau hingga tahun 2023. Sedangkan bestro SMA diberikan maksimal tiga tahun atau sampai 2022.

Proses seleksi bestro 2019 telah dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2019. Penilaian calon penerima beasiswa menggunakan dua parameter utama, yaitu kondisi ekonomi keluarga dan ring domisili (bobot 55 persen), serta prestasi akademik (bobot 45 persen). [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar