Ekbis

Macida Nana, Camilan Pisang Kekinian Asli Ngawi Yang Disukai Banyak Kalangan

Ngawi (beritajatim.com) – Gurih renyah kripik pisang sudah akrab di lidah warga Indonesia. Bumbu sederhana dengan baluran gula putih kerap dipilih untuk menambah rasa irisan pisang yang digoreng.

Namun, Baiti Alfarisa, warga desa Kuniran, Sine, Ngawi tak mau menggunakan cara jadul. Dia memilih membumbui pisang dengan aneka rasa yang kekinian.

“Berawal dari kegemaran cemilan keripik pisang, tapi bosan dengan yang biasa, kebetulan saya suka keripik pisang khas Lampung, dan ingin membuat sendiri,” kata Baiti Alfarisa kepada beritajatim.com, Sabtu (29/5/2021).

Di daerahnya cukup sulit untuk mendapatkan kripik pisang khas Lampung. Dia iseng meracik racik bumbu untuk keripik pisang. Dan dia mencoba membagikannya ke teman – temannya. Varian rasanya yakni keju, teh hijau, cokelat, dan susu. “Saya coba jual dan responnya bagus. Jadilah Macida Nana,” ceritanya.

Total butuh seharian penuh untuk produksi 100 bungkus. Sekali produksi membutuhkan dua tundun pisang raja. Kemudian, dipotong manual dengan pasah. Barulah digoreng langsung di minyak panas. Setelah selesai digoreng, ditiriskan semalam. Esok harinya baru ditaburi bumbu bumbu kualitas premium. “Setelah itu siap dipasarkan,” imbuhnya.

Kripik aneka rasa itu mulai dia jual pada Agustus 2020. Hingga kini kurang lebih telah terjual 3.500 bungkus kemasan 120 gram. Dengan harga Rp 15 ribu. Pasarannya bukan hanya Ngawi, tapi juga masuk ke jabodetabek, solo dan Kalimantan.

Sementara, juga sudah terdistribusi ke beberapa daerah di eks- Karesidenan Madiun. “Penjualan bagus, di Jatim, Jabodetabek, dan Kalimantan,” tandasnya.(kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar