Ekbis

Lumpia Kulit Lembut, Jajanan Tradisional di Kawasan Wisata Gus Dur Jombang

Lumpia kulit lembut 'sevirisma' yang rasanya rasanya gurih dan manis

Jombang (beritajatim.com) – Kulitnya lembut rasanya gurih dan manis. Saat disantap dengan saos pedas dan daun brambang rasanya dipastikan memanjakan lidah, terutama bagi penggemar jajanan tradisional ini. Siapapun yang mencoba pasti ketagihan dan mencari keberadaannya. Iya jajanan ini adalah Lumpia Sayur dan Resoles Ayam ‘Sevirisma’.

Jajanan yang bisa disebut oleh pelanggannya lumpia kulit lembut ini ada di sekitaran Kawasan Wisata Makam Gus Dur Jombang. Peracik jajanan yang ada kawasan wisata religi Gus Dur Desa Kwaron Kecamatan Diwek Jombang ini memang special menyajikan menu lumpia sayur. Yang membedakan dengan lumpia umumnya sang pemilik memproduksi sendiri kulit lumpianya dengan ciri khas kulit lembut alias tidak keras dan alot.

Lumpia rumahan ini memang tidak sepopuler dengan lumpia Semarang. Jika lumpia Semarang berisi rebung lumpia berlabel Sevi Risma ini berisi sayur wortel bercampur daging ayam bumbu. Rasa gurih bercampur manis membuat pelanggan lumpia ini sering ketagihan untuk terus menikmatinya. “Yang paling disuka oleh pelanggan kulitnya yang lembut dan tidak alot saat digigit,” ujar Sevi Fidia Rismana, pemilik usaha jajananan yang sudah dirintis sejak 10 tahun silam.

Untuk menciptakan kulit lumpia yang lembut dan gurih, ibu dua anak ini memproduksi kulit lumpia sendiri. Tidak memakai produk jadi yang sudah beredar di pasaran. Resepnya juga didapatkan turun temurun dari keluarga. Tidak heran jika lumpia yang biasa dijual Rp 2000 per biji dalam kemasan kotak lima buah ini memiliki ciri khas tersendiri.

Untuk penyajiannya, lumpia ini biasa digandengkan dengan daun brambang (bawang merah) dan saos pedas produk sendiri. Campuran bumbu saos, cabai dan penyedap rasa racikan dapur rumah tangga semakin menambah kenikmatannya. Kudapan ini semakin maknyus jika dimakan hangat hingga terasa kriuknya. Apalagi disantap dengan saos pedas dan daun brambang. “Enaknya dimakan hangat, rasa kriuknya terasa. Saat dingin kulitnya tidak alot seperti kebanyak lumpia lainnya,” pujinya bangga.

Risoles isi daging ayam produksi ‘Sevirisma’ yang memanjakan lidah

Sevi menekuni usaha katering memang sudah cukup lama. Namun dirinya baru berfokus memproduksi lumpia sejak dua tahun terakhir. Setiap hari dibantu dua karyawannya memproduksi lumpia kulit lembut ini di rumahnya yang tidak jauh dari parkir makam Gus Dur.

Selain mengembangkan jajanan tradisional lumpia sayur, pemilik usaha dengan brand sevirisma ini juga memproduksi risoles isi ayam. Peminat resoles inipun juga tidak kalah banyak. Risoles berisi full ayam pilihan ini bisa dinikmati sebagai jajanan maupun dinikmati sebagai lauk makan untuk anak anak.

Alumni Sarjana Pendidikan asal Kota Kediri ini memilih mengembangkan usaha lumpia dan risoles untuk menyalurkan hobi memasaknya. Sejak tidak menekuni profesi sebagai guru karena mengikuti jejak suaminya bekerja dirinya terus mengembangkan usaha sampingan di rumahnya. Bekal resep keluarga yang turun temurun di dapat dan pelatihan kuliner usaha catering miliknya terus berkembang. “Untuk menjaga mutu dan rasa sengaja tidak membuka outlet diluar,” akunya.

Namun dirinya memilih menyajikan jajanan tradisional ini dalam bentuk frozen bagi pelanggan luar kota. Mereka bisa menikmati dengan cara tinggal mengoreng dan menyantap tanpa susah payah memproduksi jajanan yang sudah ada sejak masa penjajahan belanda tersebut. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar