Ekbis

Kelompok Tani di Kediri

Limbah Batok Kelapa Disulap Jadi Pupuk Asap Cair Pengganti Pestisida Kimia

Kediri (beritajatim.com) – Memanfaatkan limbah batok kelapa, Kelompok Tani bersama Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) Kabupaten Kediri menciptakan alat yang mampu mengolah batok kelapa menjadi pupuk asap cair. Bahan itu digunakan petani sebagai pengganti pestisida kimia ke pestisida nabati untuk menghasilkan pertanian organic.

Bertempat di Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri dilakukan pelatihan membuat pupuk asap cair dengan bahan baku batok kelapa. Pupuk asap cair ini, selain berfungsi sebagai pengganti pestisida kimia, untuk dialihkan menjadi pestisida nabati, juga untuk kekebalan tanaman.

Pupuk asap cair merupakan hasil kondensasi atau pengembunan dari uap, hasil pembakaran bahan bahan yang mengandung liknin, senyawa karbon dan selulosa yang terkandung di batok kelapa atau limbah yang kurang dimanfaatkan oleh petani. Prinsip kerja asap cair menggunakan metode pirolisis yakni, penguraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen.

Untuk membuat pupuk asap cair ini, batok kelapa terlebih dulu dikeringkan dan dipotong-potong kecil agar kadar air dapat berkurang. Kemudian batok kelapa dipanaskan dalam tabung dengan  temperatur mencapai 300 sampai 650 derajat. Alatnya, menggunakan kompor tabung elpiji selama 10 hingga 15 menit.

Kemudian jika asap sudah mengumpul maka akan dialihkan ke tabung freon yang mempunyai fungsi asap bisa menjadi cairan. Untuk 100 kilogram batok kelapa kering bisa menghasilkan 25 liter asap cair.

Najibul Fikri, Petugas PPL yang memberi pelatihan mengatakan, manfaat pupuk cair ini banyak sekali. Diantaranya, mampu mengusir dan membunuh pelan-pelan hama, juga mampu mengobati dan menghilang jamur serta bakteri dari tanaman.

“Kita sengaja memanfaatkan batok kelapa, selain banyak dibuang karena dianggap limbah, juga mudah didapat,” ujar Najibul Fikri.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kediri Mohammad Zaini mengatakan, ia sengaja menginisatif terselenggaranya acara ini karena para petani butuh pupuk alternatif di saat harga pupuk beranjak naik.

“Dengan adanya asap cair ini sangat bisa membantu para petani untuk menciptakan hasil panen kualitas baik dengan biaya pengeluaran yang sangat murah,” kata M. Zaini.

Pupuk cair asap ini dijual Rp 30 ribu per liter. Diharapkan para petani kedepan bisa memanfaatkan teknologi ini sebagai pengganti kimia bagi tanaman. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar