Ekbis

Libur Nataru, Tempat Wisata di Kabupaten Mojokerto Tetap Buka dengan Syarat

Wana Wisata Air Panas Padusan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah tempat wisata di Kabupaten Mojokerto masih buka. Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung wisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto bakal menerapkan sistem buka tutup.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan, di masa pandemi Covid-19, pihaknya sudah menerapkan kapasitas pengunjung wisata hanya 50 persen saja. Namun jika membludak maka pihaknya akan menerapkan sistem buka tutup di wisata yang dikelola Disparpora Kabupaten Mojokerto tersebut.

“Tenaga SDM sudah kami siapkan untuk menyambut para pengunjung, yakni tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat sekali. Kami sudah terapkan, hanya kapasitas 50 persen saja wisatawan yang boleh masuk di lokasi wisata yang kami kelola,” ungkapnya, Rabu (23/12/2020).

Masih kata Amat, jika memang kondisi di lapangan nanti pengunjung membludak, maka pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk menerapkan sistem buka tutup di lokasi wisata. Hal ini dilalukan untuk menghindari adanya kerumunan massa di dalam lokasi wisata di Kabupaten Mojokerto.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo

 

“Kami sudah rapat, kami akan terapkan sistem buka tutup saat pengunjung dinilai sangat banyak nanti. Jadi, kalau kapasitas di wisata kami sudah 50 persen, wisata akan kami tutup sementara, setelah ada pengunjung yang sudah keluar dari wisata, baru wisata akan kami buka kembali,” katanya.

Amat menambahkan, pihaknya juga menerapkan inovasi barunya, yakni e-Ticketing atau tiket elektronik. Inovasi ini dibuat untuk meminimalkan kontak fisik antara pengunjung wisata dengan petugas tiket. Pihaknya sudah menyiapkan sistem barcode, dengan catatan handphone (HP) pengunjung ada koneksi internet sehingga sudah bisa menggunakan e-Ticketing.

“Tidaknya syarat khusus bagi wisatawan yang berasal dari luar daerah, seperti menunjukkan hasil rapid test. Namun, jika saat dilakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung ada yang didapati lebih dari 37 derajat celcius, maka pengunjung itu diminta tidak memasuki lokasi wisata. Protokol kesehatan ketat tetap kita lakukan,” tegasnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar