Ekbis

Lewat Kaos Bertema Jaga Jarak, Hadi Bangkit di Tengah Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat para pebisnis pusing tujuh keliling. Agar tetap bisa bertahan di tengah gempuran wabah, mereka harus berani membuat inovasi. Tujuannya, agar roda bisnis tetap menggelinding.

Hal itulah yang disadari oleh pemilik gerai custom kaos Viqui di Cito Mall Surabaya, Hadi Reksa. Bersama istrinya, ia membuat kaos tematik bertema Physical Distancing, Social Distancing dan tentang keharusan Jaga Jarak.

Sejak masa social distancing diberlakukan pada 16 Maret 2020, omzet produksi pria kelahiran 2 Agustus ini merosot tajam. “Seringkali tidak ada pembeli satupun di gerai. Jangankan beli, orang lewat pun sangat sedikit,” ujarnya, Sabtu (11/4/2020).

Tak hanya pasar offline, jalur daring pun mengalami nasib serupa. “Mungkin penyebabnya daya beli masyarakat untuk barang fashion sangat menurun akibat penerapan kebijkan Work from Home. Orang lebih mementingkan membeli kebutuhan pokok, masker dan Hand Sanitizer,” sambung Hadi.

Sampai akhir Maret, kondisi itu tak juga berubah. Baru pada awal April, angin segar berhembus. Seorang teman melalukan pemesanan kaos tema social distancing. “Saya berpikir ini peluang bagus, sekalian membantu mengkampanyekan program pemerintah tentang kewajiban menjaga jarak saat pandemi corona.”

Dari situlah Hadi lalu mencoba mengembangkan konsep desain yang tidak biasa. Untuk awal ada sekitar 10 tema yang ia buat. Satu di antaranya yang paling laku keras adalah quote “Jaga Jarak Tapi Jangan Terlalu Jauh, Nanti Aku Kangen.

“Mungkin karena quote ini tidak terlalu formal dan ada kesan mengajak kampanye Jaga Jarak melalui kata-kata yang membuat orang tersenyum, jadinya bisa diterima semua kalangan,” tambahnya.

Berkat ide segar itu, kaos produksi Hadi bahkan sudah dipesan pembeli dari hampir seluruh kota di pulau Jawa, Samarinda, Makasar, Balikpapan, Papua hingga Malaysia. Kaos tersebut juga dipakai sejumlah influencer, model Arif Bungsu, management model, fashion designer Alben Ayub Andal dan Dibya Hody.

“Ada pemesan juga dari alumnus Kedokteran Unair (Universitas Airlangga) angkatan 95. Jumlahnya lumayan banyak dan terus bertambah setiap hari,” katanya mengungkapkan.

Semua kutipan yang dibuat, menurut Hadi, selain research juga ia dapat dari beberapa teman yang selalu mendukung usahanya. Kini di tengah himpitan pandemi corona, Hadi mulai bisa bangkit. Setidaknya dari pembeli daring Hadi bisa mengerjakan puluhan kaos pesan moral setiap harinya. Beberapa kutipan baru yang menggelitik mulai ia konsep. Misalnya saja , Jaga Jarak itu Berat, Tapi Kita Pasti Kuat

Bahkan upaya lain seperti kerjasama dengan salah satu pembeli dari kalangan dokter, juga dilakukan. Hadi kini mengembangkan program sosial donasi satu masker untuk setiap pembelian satu kaos di gerainya. “Setiap satu kaos yang Anda beli, kami akan sisihkan 5 ribu rupiah untuk pembelian masker kain yang akan kita bagiakan ke masyarakat kurang mampu yang terdampak corona,” pungkasnya. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar