Ekbis

Lebaran Tinggal 2 Hari Lagi, Harga Pindang Diperkirakan Naik

Lamongan (beritajatim.com) – Pindang merupakan hasil olahan ikan dengan cara kombinasi perebusan (pemasakan setengah matang) dan penggaraman dengan kadar rendah untuk meminimalisir proses pembusukan.

Setelah selesai pemasakan dan ditiriskan, kemudian ikan disusun menggunakan keranjang “besek” sebagai wadah penyimpanan dan pengangkutan untuk dipasarkan. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Hadi Yarsono (47), Pengusaha olahan Pindang dari Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Lamongan.

Hadi mengaku, bahwa untuk menghasilkan Pindang yang unggul dan punya citarasa, variasi, tekstur, dan keawetan yang khas, semuanya bergantung pada jenis ikan, kadar garam, dan pengolahan yang baik. “Ikan yang umum diolah untuk pemindangan adalah ikan-ikan pelagis seperti ikan Layang, Salem dan Tongkol, sedangkan yang paling laris itu Salem dan Layang,” ujar Hadi, Selasa (11/05/2021).

Saat pandemi Covid 19 mewabah, Hadi menjelaskan, hal itu tidak berimbas pada usaha Pindangnya karena permintaan masih stabil. Namun, saat memasuki Ramadan kali ini, permintaan pasar sedikit menurun. Kemungkinan karena kebutuhan konsumsi daging ayam dan sapi lebih meningkat. “Saat Ramadan, permintaan turun kisaran 15%. Biasanya per hari 3 ton-2,5 ton. Nilai transaksi per hari biasanya Rp 60 juta, Ramadan menjadi Rp 50 juta,” jelasnya kepada beritajatim.com saat ditemui di pabriknya.

Meski begitu, Hadi yakin bahwa di detik-detik jelang lebaran, harga Pindang naik karena pasokan ikan segar berkurang.

Di pabrik pengolahan ikan milik Hadi, per harinya membutuhkan 1 kwintal garam untuk pemindangan. Terdapat 25 karyawan, di antaranya 5 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. “Ada 5 orang laki-laki yang bikin pindang, lalu 20 orang perempuan bagian kemasnya atau yang memasukkan ikan sesuai size ke keranjang,” kata Hadi.

Mengenai pasar, Hadi menyebutkan, pindangnya ia distribusikan ke seluruh pasar di Jawa timur, terutama pasar grosir. Harganya berbeda, tergantung jenis dan size, rata-rata tiap 1 besek berisi 3 sampai 4 pindang.

Ikan Layang dalam besek ukuran kecil Rp 3 ribu yang besar Rp 5 ribu, ikan Salem dalam besek ukuran kecil Rp 6 ribu yang besar Rp 9 ribuan, dan ikan Tongkol dalam besek kecil Rp 5 ribuan yang besar Rp 7 ribu. Harga tersebut untuk yang grosir.

Hadi berharap, dengan inovasi yang terus dilakukan, nantinya pindang hasil olahannya bisa lebih mudah masuk ke pasar modern. “Saya melakukan inovasi dalam hal kemasan, pindang dipacking secara higienis, divakum, dan nantinya tidak lagi menggunakan besek. Sehingga bisa mudah masuk pasar modern,” pungkasnya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar