Ekbis

Larangan Jualan Malam, Pedagang Sayur di Pasar Kota Bojonegoro Mengaku Kesulitan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pedagang sayur yang biasa berjualan malam hari di Pasar Tradisonal Bojonegoro mengaku kesulitan, paska diberlakukannya larangan berjualan pada malam hari akibat pandemi Virus Corona.

Kebijakan tersebut oleh para pedagang dinilai tebang pilih karena pasar hanya boleh beropeasi di siang hari. Selain itu, puluhan pedagang rela tidur di atas lapak dagangan karena takut tidak punya tempat saat pasar buka pada pagi hari.

Salah seorang pedagang sayur yang biasa berjualan pada malam hari Askar mengatakan pada malam hari pembeli biasanya para pedagang keliling. Namun, sejak adanya pandemi Covid-19 pada malam hari pasar sayur ditutup.

“Pasar sayur yang biasanya berjualan di malam hari diganti buka pada pagi mulai pukul 06.00 sampai 14.30 sore hari,” ujarnya, Kamis (23/4/2020).

Sehingga saat pasar dibuka, maka pedagang yang biasa jualan di malam hari harus berebut tempat untuk jualan saat pasar buka pagi hari. Sehingga, para pedagang ada yang rela tidur di lapak dagangannya untuk mencari tempat. “Banyak juga pedagang yang pindah jualan di Kabupaten Tuban,” terangnya.

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah untuk menata pasar malam agar kami bisa berjualan lagi namun tetap menggunakan aturan penanganan covid 19. pasalnya pedagang sayur jika berubah waktu jualan maka harus mencari pelanggan baru dan berebut tempat dengan pedagang pada siang hari.

“Sekarang cuma bisa pasrah dan berharap ada upaya dari pemerintah untuk mengatur pedagang sayur di malam hari,” tambah salah seorang pedagang lombok, Junaidi. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar