Iklan Banner Sukun
Ekbis

Tingkatkan Populasi Jenis Sapi

Lamongan Masifkan Inseminasi Buatan di Bank Sperma

Tabung Kontainer bibit hasil rekayasa genetika untuk inseminasi buatan di Bank Sperma Disnakeswan Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Demi meningkatkan populasi hewan sapi di Lamongan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan melakukan rekayasa genetika secara masif melalui inseminasi buatan.

Kasi Pembibitan Ternak, Disnakeswan Lamongan, Roulan mengungkapkan, bahwa inseminasi tersebut dilakukan secara rutin oleh 30 petugas inseminator yang tersebar di seluruh kecamatan di Lamongan.

Tak hanya itu, mulai dari penyuntikan, pembuahan, hingga proses melahirkan pun dilakukan pendampingan secara berkala.

Tabung Kontainer bibit hasil rekayasa genetika untuk inseminasi buatan di Bank Sperma Disnakeswan Lamongan.

“Terus dikawal oleh petugas inseminator, keberhasilan tiap tahun diperkirakan 70 persen dari ribuan sperma yang didistribusikan,” ujar Roulan, saat ditemui di Bank Sperma milik Disnakeswan Lamongan, Rabu (12/1/2022).

 

Diketahui, ribuan sperma sapi berbagai jenis itu tiba 2 minggu sekali dan disimpan lebih dulu di Bank Sperma Disnakeswan Lamongan, yang didapat dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari dan dikirim berbentuk beku dalam sebuah tabung kontainer bersuhu ruang 169 drajat celsius.

Tabung Kontainer bibit hasil rekayasa genetika untuk inseminasi buatan di Bank Sperma Disnakeswan Lamongan.

Lebih lanjut, Roulan menyebutkan, berbagai sperma spesies sapi yang didistribusikan ke Lamongan terdiri dari Sapi Limosin, Sapi Putih, dan Sapi Brahma.

“Paling banyak di Lamongan jenis Sapi Limosin, yang saat ini diketahui terus berkembang populasinya,” jelasnya.

Ditambahkan Roulan, teknis inseminasi yang dilakukan pun relatif sederhana, yakni dengan menyuntikkan sperma pejantan berkualitas menggunakan alat Inseminator Gun.

“Cara ini, merekayasa genetik sapi dengan sperma pejantan berkualitas, sehingga bisa meningkatkan kualitas anakan sapi yang nanti dilahirkan. Meski tingkat keberhasilannya kecil, namun langkah ini cukup efektif menjaga populasi sapi di Lamongan,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar