Ekbis

Kurma Nusantara Hasil Riset Pengasuh Ponpes Pari Ulu Kediri Mulai Berbuah

Kediri (beritajatim.com) – Penelitian buah kurma melalui upaya budidaya di Indonesia yang dilakukan oleh KH Mustain Anshori, Pengasuh Pondok Pesantren Pari Ulu di Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri menunjukkan keberhasilan. Tanaman kurma yang dikembangkan di tanah Indonesia yang beriklim tropis kini mulai berbuah.

KH. Mustain telah melakukan penelitian selama 4 tahun. Dia menggunakan media tanah di halaman rumahnya untuk membudidayakan tanaman yang identik dengan tanah di Jazirah Arab itu. “Saya sudah melakukan penelitian dan budidaya kurma sejak 4 tahun terakhir ini dan alhamdulillah mulai menunjukkan hasilnya,” ujarnya.

Mustain memberi nama Kurma Nusantara pada tanaman budidayanya ini. Ketika bertemu dengan beritajatim.com, Mustain yang menjadi narasumber dalam acara Ngaji Tani di Ponpes Pari Ulu membeberkan tips tahap-tahap budidaya kurma tersebut.

Tahap pertama kurma yang ia tanam dari biji ini bisa berbuah dalam kurun waktu selama 4 tahun sejak benih mulai ditanam. Sedangkan dalam eksperimen pada tahap dua, pohon kurma bisa berbuah dalam kurun waktu dua tahun.

“Ini masih riset, masih menunggu 1 tahun lagi untuk memastikan ini. Tapi secara fakta saya memiliki 4 pohon yang kurang dari dua tahun sudah keluar mayangnya (bunga). Ini adalah peningkatan dari tahap awal,” jelasnya.

Mustain menjabarkan dirinya menanam 14 varietas kurma. Beberapa jenis kurma yang sudah berbuah yakni jenis Ajwa, Ruzeis, dan Madinah. “Ada 14 jenis Kurma, banyak jenisnya. Namun semuanya saya beri nama Kurma Nusantara. Saya tidak tahu apakah di Indonesia ada seperti ini atau bagaimana. Namun semoga kurma ini dapat bermanfaat ke depannya,” harap Mustain.

Hingga saat ini kurma hasil budidaya Mustain belum diperjualbelikan. Menurutnya, itu karena masih dalam proses penelitian hingga satu tahun ke depan. Setelah terbukti bisa dikembangkan oleh petani di Indonesia, Mustain baru akan menjualnya, dengan harapan dapat dibudidayakan oleh petani secara massal. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar