Ekbis

KTNA Pertanyakan Nasib RDKK Pupuk Bersubsidi di Jember

Jember (beritajatim.com) – Pemenuhan pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terkendala Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok secara Elektronik (e-RDKK).

“Seandainya e-RDKK terpenuhi semua, kebutuhan pupuk ini terpenuhi semua. Di sinilah peran Dinas Tanaman Pangan Hortikulira dan Perkebunan,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Sucipto, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Jember, Senin (2/3/2020).

Menurut Sucipto, data e-RDKK sudah terkumpul di kios-kios pupuk. “Tinggal entry saja. Kok sampai saat ini belum masuk?” katanya.

“Jember ini RDKK paling sedikit. Cuma 30 persen yang masuk. Bahkan saya telusuri di Jember, (RDKK) yang penuh cuma dua kecamatan yakni Ambulu dan Wuluhan,” kata Sucipto.

“Kedua, kami mohon Dinas Pertanian memberi rekomendasi,” kata Sucipto. Tanpa rekom, distributor sulit menyalurkan pupuk bersubsidi ke petani.

Sucipto kecewa dalam dua kali rapat tak ada perwakilan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dinas Pertanian) Jember yang hadir. “Ini tidak ada solusi,” katanya.

Hendro Saputro, salah satu petani menambahkan, sesuai RDKK di Kecamatan Puger, pupuk bersubsidi seharusnya diperuntukkan 4.500 hektare. Sementara pada Januari hanya ada kiriman 101 ton pupuk bersubsidi dan 72 ton pada Februari 2020.

“Ini kami sudah berkoordinasi dengan distributor. Ternyata distributor tidak bisa mengirim karena dibatasi oleh dinas. Kenapa harus dibatasi? Padahal Kementerian (Pertanian) menyatakan, pupuk bersubsidi tidak akan dikurangi selama e-RDKK dipenuhi seratus persen,” kata Hendro. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar