Ekbis

Kopkar Sampoerna Gandeng BNI, Mampu Layani Jasa Keuangan Laiknya Bank

Surabaya (beritajatim.com) – Bagi lembaga Koperasi yang ingin memiliki usaha layanan laiknya perbankan kini  Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan menjadi agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai) sebagai kepanjangan tangan dalam melayani para nasabah melakukan transaksi perbankan maupun pembayaran apapun.

Keuntungan yang didapatkan agen pun cukup menggiurkan. Salah satunya adalah Agen46BNI yaitu Kopkar Sampoerna yang beralamatkan di Jl. Kalirungkut No. 42 Surabaya.

Yusmilah, ketua kopkar, mengatakan, koperasinya kian ramai usai menjadi Agen46 sejak September 2018. Dalam satu bulan, rata-rata pihaknya melayani transaksi nontunai sampai Rp 500 juta.

 

“Rata-rata omzet transaksi sampai Rp 500 juta per bulan. Sebagian besar adalah transaksi pembayaran angsuran pinjaman koperasi & pembelian e-payment,” katanya.

Jumlah tersebut diperoleh dari sekitar 2 ribu nasabah yang melakukan transaksi di koperasinya. Baik transaksi pembayaran maupun transaksi perbankan yaitu setor dan tarik tunai. Dari catatannya pada Agustus lalu transaksi nontunai yang dilayaninya mencapai 382 transaksi.

“Transaksi meningkat terus dari bulan ke bulan. Dari Maret lalu sebanyak 251 transaksi, meningkat pada Agustus menjadi 382 transaksi,” katanya.

Ia menjelaskan, berbagai transaksi yang dilayani yaitu pembayaran angsuran koperasi, langganan listrik, air PDAM, telepon, BPJS, langganan TV channel, pulsa dan lainnya. Kemudian untuk transaksi perbankan, yaitu pembukaan rekening BNI, transfer, setor tunai dan tarik tunai yang bisa dilakukan melalui mesin EDC & Aplikasi Web Agen.

Ia mengungkapkan, dengan menjadi Agen46, memudahkan transaksi karena dilakukan secara digital. Selain itu, pihaknya tidak perlu repot menyiapkan uang pecahan untuk kembalian transaksi.

“Yang jelas sekarang saya terhindar dari uang palsu. Karena dulu pernah punya pengalaman ada yang bayar pakai uang palsu,” ucapnya.

Keuntungan lain dengan menjadi BNIAgen46, lanjutnya, setiap bulan dirinya menerima fee dari semua transaksi nontunai. Setiap transaksi besaran feenya berbeda.

Ia mencatat, fee yang diterima sebesar Rp 594.400 dari 407 transaksi nontunai yang dilayaninya pada Agustus lalu. Jumlah tersebut di luar keuntungan atau laba dari hasil jualan di koperasinya. [rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar