Ekbis

Konektivitas Tol KLBM dengan Sumo Bisa Dongkrak Investasi di Gresik

Master plan rencana pembangunan proyek tol KLBM terhubung ke tol Sumo

Gresik (beritajatim.com) – Rencana konektivitas antara Tol Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM) dengan Tol Surabaya-Mohokerto (Sumo) diproyeksi bisa mendongkrak investasi di Gresik. Pasalnya,
dengan terhubungnya kedua tol tersebut, distribusi barang akan semakin mudah.

Terkait dengan itu, PT Waskita Bumi Wira (WBW) pengelola Tol KLBM menargetkan akhir 2021. Dua ramp pada juction sudah terhubung.

Untuk menghubungkan kedua tol tersebut dibutuhkan delapan ramp. Masing-masing mengarah ke Gresik, Surabaya dan Mojokerto. Untuk mengerjakan junction tersebut sudah diplotkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun.

Pimpinan Proyek PT Waskita Bumi Wira (WBW) Prabowo Soemodipoero menuturkan, saat ini konektivitas kedua tol itu masih dalam progres pengerjaan. Tahun ini pihaknya mentargetkan dua ramp bisa selesai. Yakni, ramp 2 dan ramp 8 yang mengarah ke Mojokerto maupun ke Gresik.

Ia menambahkan, ramp 2 lokasinya berada di atas Tol Sumo. Ramp 8 sebagian jalan menempel di tanah dan sebagian berada di atas. Memang, jika dilihat gambar master plan, mayoritas ramp penghubung itu berada di atas. Terutama ramp 1,3 dan 4 yang melintasi Tol Sumo.

“Enam ramp lainnya akan dikerjakan setelah ramp 2 dan 8 selesai tahun ini. Kemungkinan dilanjut tahun depan. Ini karena ramp 2 dan 8 kita targetkan tahun ini selesai,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, tol KLBM yang telah beroperasi sebelum akhir tahun lalu. Keberadaan tol tersebut untuk mengurangi kemacetan kendaraan dari arah Gresik ke Legundi Driyorejo atau arah sebaliknya.

Tol tersebut juga diharapkan bisa memperlancar distribusi logistik ke industri Gresik Selatan serta regional Jawa Timur sekaligus mempercepat pertumbuhan investasi. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar