Ekbis

Komunitas I’M Portizen Bagi Sembako Bagi Mahasiswa Rantau Terdampak Covid-19

Surabaya  (beritajatim.com) – Pademi Covid-19 yang menyerang Indonesia beberapa bulan terakhir menghentikan sejumlah aktivitas tak terkecuali kegiatan belajar mengajar hingga aktivitas perkuliahaan. Kondisi tersebut membuat sejumlah pelajar khusunya para mahasiswa rantau berada dalam kondisi serba sulit saat memilih untuk tidak pulang ke kampung halamannya demi memutus penyebaran pandemi di daerah masing-masing.

Prihatin terhadap kondisi tersebut, komunitas millenial pecinta dunia maritim di bawah naungan Pelindo 3 yaitu I’M Portizen membuat gerakan untuk membantu mahasiswa rantau yang terdampak pandemi tersebut dengan membagikan sembako gratis. sedikitnya ada 100 bingkisan berisi sembako gratis di bagikan oleh komunitas I’M Portizen kepada beberapa basecamp mahasiswa rantau di berbagai universitas di surabaya seperti Unair, Unesa hingga Universitas Hang Tuah Surabaya.

Kegiatan yang di beri nama I’M Portizen Share and Care ini sengaja menyasar para mahasiswa rantau untuk meringankan beban mereka sekaligus bentuk apresiasi kepada masiswa yang memilih tidak mudik atau pulang kampung pada masa pandemi demi memutus penyebaran Covid-19.

“Kami sebagai sesama mahasiswa yang kebetulan tergabung dalam komunitas I’M Portizen ini tergerak untuk bisa berbagi kepada sesama khususnya teman mahasiswa rantau. Bantuan sembako gratis ini sekaligus bentuk apresiasi kami pada kawan kawan mahasiswa yang memang memilih tidak pulang demi memutus penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing,” terang Wima, Ketua Komunitas.

Salah satu mahasiswa asal NTT Albertus Sika mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut, terlebih dirinya mengaku tidak pulang semenjak pandemi masuk indonesia. Dirinya pun hanya mengandalkan uang saku dari orang tua mereka di kampung halaman.

“Kami bersyukur sekali ada kawan kawan kami yang peduli dan memberikan bantuan ini, tentunya ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan kami sehari hari. Kita memang tidak pulang selain karena memang terhalang aturan PSBB kami juga tidak ingin membawa virus ke kampung kami,” ujar Albertus mahasiswa asal NTT.

Tak hanya membantu mahasiswa rantau, kegiatan I’M Portizen Share and Care ini juga menyasar para pekerja lepas yang pendapatannya berkurang selama pandemi. Rencannya kegiatan tersebut akan digelar rutin untuk menumbuhkan kepedulian.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar