Iklan Banner Sukun
Ekbis

Komitmen Pemkab Pamekasan Melalui Wamira Mart

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam meninjau produk program WUB saat peresmian Wamira Mart di Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, tampak komitmen dan serius mengawal kesejahteraan masyarakat melalui program Sepuluh Ribu Pengusaha Baru (Saputangan Biru) atau yang lebih familiar disebut program Wirausaha Baru alias WUB.

Program tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Pamekasan, di bawah kepemimpinan Bupati Badrut Tamam yang terus berikhtiar meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi. Di antaranya dengan memberikan pelatihan gratis sesuai dengan pelatihan yang diinginkan masyarakat.

Bahkan para peserta program WUB juga mendapat bantuan alat produksi melalui Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk bantuan modal dengan bunga satu persen selama setahun, serta menfasilitasi pemasaran agar produk mereka dapat terjual dengan baik.

Tidak hanya itu, fasilitas pemasaran juga menjadi turunan dari salah satu program prioritas yang digagas Pemkab Pamekasan. Baik melalui pemasaran online yang bekerja sama dengan beberapa star up, serta pelatihan pemasaran online yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.

Sementara untuk pemasaran offline, juga didirikan Warung Milik Rakyat yang dikenal dengan sebutan Wamira Mart yang berisi sebagian besar produk WUB maupun produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta produk lokal lainnya milik masyarakat setempat.

“Kehadiran Wamira Mart ini merupakan langkah nyata, dan langkah maju dan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari upaya pemerintah dalam mengawal salah satu program prioritas di bidang ekonomi, yaitu menciptakan sepuluh ribu pengusaha baru,” kata Bupati Badrut Tamam, Senin (15/11/2021).

Program prioritas yang berorientasi pada aspek menekan angka kemiskinan, menjadi salah salah satu bentuk ikhtiar nyata guna mewujudkan daerah yang dipimpinnya dapat bersaing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia. “Ini merupakan ikhtiar nyata untuk membangun Pamekasan,” ungkapnya.

“Bahkan produk yang kami jual di Wamira Mart benar-benar mencerminkan warung milik rakyat, karena produk yang diperjual belikan 70 sampai 80 persen adalah produk UMKM, termasuk produk WUB,” jelasnya bupati muda yang familiar disapa Mas Tamam.

Pihaknya berharap keberadaan Wamira Mart yang digagasnya dapat meningkatkan daya jual produk UMKM, WUB dan produk lokal lainnya. “Tidak kalah penting, kami juga sangat berharap hal ini nantinya dapat meningkatkan sektor kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, terdapat sekitar 9 Wamira Mart yang berdiri pada 2021 dan tersebar di beberapa kecamatan di Pamekasan. Di antaranya di sisi barat Kantor Dinas Koperasi dan UKM Jl Trunojoyo, Simpang Tiga Pasar Waru, depan SPBU Pakong

Selain itu juga terdapat di sisi barat Pesantren Kebun Baru, sisi barat Pasar Pangorayan Proppo. Wamira Mart di Jl Raya Larangan, KUD Sumber Wangi Tlanakan, Wamira Mart Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan, serta 5 (lima) unit Wanita Mart Mobile. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar