Iklan Banner Sukun
Ekbis

Komisi B Tolak Pemkab Jember Gratiskan Destinasi Wisata Buatan

Ketua Komisi B Siswono

Jember (beritajatim.com) – Komisi B DPRD Jember, Jawa Timur, menolak jika pemerintah daerah setempat menggratiskan tiket masuk destinasi wisata buatan. Destinasi wisata buatan seperti pemandian Patemon dan agrowisata Rembangan seharusnya diperlakukan berbeda dengan destinasi wisata alam.

Pemkab Jember menggelar uji coba wisata gratis di tiga destinasi pada 4-18 Mei 2022 dan Papuma pada 4-10 Mei 2022. Ketua Komisi B Siswono menegaskan, destinasi wisata kawasan pantai memang wajib gratis. “Sempadan pantai merupakan kewenangan pemerintah daerah, merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2016,” katanya.

Namun destinasi pantai berbeda dengan destinasi wisata buatan. “Selama ini Rembangan menunjang pendapatan asli daerah (PAD) yang tertinggi di antara destinasi wisata yang dimiliki Pemkab Jember,” kata Siswono.

Siswono mengingatkan, Rembangan dan Patemon dibuat dengan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). “Bagaimana mengembalikan PAD-nya, ketika dua wilayah itu digratiskan. Konsepnya seperti apa saya tidak tahu. Harapan saya, untuk Rembangan dan Patemon dikaji lagi, tidak ikut dalam paket wisata gratis,” katanya.

Berbeda dengan destinasi wisata alam, destinasi wisata buatan butuh anggaran untuk perawatan dan gaji karyawan. Anggaran tersebut tidak bisa hanya mengandalkan APBD, namun juga berasal dari pemasukan tiket. “Ada karyawan yang sudah bertahun-tahun dikontrak di situ. Itu kan butuh perhatian. Ini harus jadi pertimbangan agar tak serta-merta Rembangan dan Patemon digratiskan,” kata Siswono.

Siswono minta uji coba wisata gratis agar dievaluasi dengan matang setelah selesai. “Ketika ini digratiskan, jumlah pengunjung berapa? Pengunjung yang pakai sepeda motor berapa? Yang pakai mobil berapa? Syukur-syukur tercatat yang berasal dari luar Jember berapa orang?” katanya.

Siswono juga meminta pemerintah setempat agar menyiapkan infrastruktur dan peraturan daerah yang mengatur sektor pariwisata, khususnya untuk mendukung pelaksanaan wisata gratis. “Harus ada area khusus bagi UMKM di lokasi wisata,” katanya.

Pemkab Jember juga diminta membuka peluang bagi investor. “Bercermin pada Banyuwangi, kalau ada investor mereka welcome,” kata Siswono.

Sebelumnya, Bupati Hendy Siswanto menegaskan keinginannya untuk menggratiskan seluruh destinasi wisata di Jember. “Serius ini. Bukan ngomong saja. Orang kalau bicara saja, tidak nampak kerjanya buat apa. Saya ingin bagaimana Jember bisa makmur dan bagaimana dengan tiket gratis akan timbul market place baru, sehingga ekonomi bergerak, karena Jember butuh itu. Butuh kerja nyata, bukan kerja asal-asalan,” katanya.

Anggota Komisi B dari Partai Amanat Nasional, Nyoman Aribowo, mengatakan, prinsipnya adalah bagaimana mengelola destinasi wisata dengan manajemen yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat. “Ketika pariwisata dikelola baik dan banyak pengunjung yang hadir di sana, multiplier effectnya memang dampak ekonominya besar, terhadap perajin dan kuliner,” katanya.

Nyoman mengingatkan pemda agar mewaspadai kesan yang muncul dari pengunjung terhadap wisata gratis. “Kalau mereka tidak terlayani dengan baik, otomatis mereka pulang dengan membawa kekecewaan, sehingga dampak berikutnya justru bermasalah: orang tidak hadir lagi dan menyampaikan pesan negatif juga ke orang lain soal lokasi wisata itu,” katanya.

Nyoman meminta agar tata kelola pariwisata di Jember diperbaiki dulu sebelum penggratisan pariwisata. “Karena kita punya target pendapatan asli daerah. Di lokasi wisata itu harus ada wahana yang berbayar dan itu sifatnya pilihan. Orang bisa memilih. Di lokasi wisata, kalau orang puas, dia akan rela bayar mahal untuk wahana-wahana itu,” katanya.

Hal-hal seperti itu yang menurut Nyoman belum dilakukan Pemkab Jember. “Wahananya belum dikelola baik, pengusaha kulinernya mungkin belum dikoordinasi dengan baik, parkirnya pun belum dikelola baik, terjadi penumpukan, kenyamanan tudak ada lagi,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar