Iklan Banner Sukun
Ekbis

KLHK Beri Penghargaan Proper Hijau pada Delapan Pabrik SIG

Gresik (beritajatim.com)- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi penghargaan kepada delapan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau lebih dikenal dengan nama SIG, terkait Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) hijau.

Pabrik SIG yang memperoleh Proper Hijau itu diantaranya Group Head of Plant Operation (GHoPO) Pabrik Tuban, PT Semen Gresik (Pabrik Rembang), PT Semen Padang (Pabrik Indarung), PT Semen Tonasa (Pabrik Pangkep) dan PT Solusi Bangun Indonesia (Pabrik Tuban, Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap serta Pabrik Lhoknga.

Penilaian proper hijau merupakan kriteria bagi perusahaan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih baik dari yang telah dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance). Selain itu, mampu melakukan pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan dan mereka telah memanfaatkan sumber daya secara efisien serta melaksanakan tanggung jawab sosial dengan baik.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menuturkan, keberhasilan perusahaan meraih penghargaan Proper Hijau sebagai bukti komitmen SIG terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan penerapan prinsip green industry. Hal ini sejalan dengan penerapan Environment, Social & Governance (ESG) oleh Perusahaan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan praktik dan komitmen terhadap lingkungan dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. SIG akan terus berinovasi dan memberikan solusi terhadap kebutuhan pembangunan untuk masa depan yang lebih baik,” tuturnya, Senin (3/1/2022).

Untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terkemuka di regional, SIG sepenuhnya mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan dalam empat pilar keberlanjutan SIG. Yakni, Pilar Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, Pilar Iklim & Energi, Pilar Ekonomi Sirkular serta Pilar Masyarakat dan Komunitas.

SIG mendukung komitmen Indonesia terhadap COP21 (2015) dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca. Wujud dari komitmen ini adalah keberhasilan SIG menurunkan intensitas emisi CO2 Scope 1 menjadi 607 kg CO2/ton semen ekuivalen atau turun 14,24 persen dari baseline tahun 2010.

Hal tersebut dicapai melalui inisiatif efisiensi konsumsi energi, penurunan faktor terak, serta peningkatan penggunaan limbah sebagai bahan bakar alternatif. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar