Iklan Banner Sukun
Ekbis

Kepala BPN: Wabah PMK Tak Pengaruhi Pasokan Daging

Malang (beritajatim.com) – Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Arief Prasetyo Adi memastikan bahwa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), yang terjadi beberapa pekan terakhir, tidak berpengaruh pada ketersediaan daging. Pasalnya, selain dari peternak lokal, pemerintah juga melakukan impor daging.

Daging yang diimpor sendiri adalah dari Australia berupa sapi hidup, daging frozen dari Brasil, dan daging kerbau India. Untuk sapi hidup yang diimpor dari Australia, Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa ternak yang masuk telah melalui proses yang ketat.

“Nah kalau dari Australia, itu sangat ketat. Sertifikasi halal, kesehatan, karantina juga ketat,” kata Arief saat berkunjung di Kabupaten Malang, Jumat (27/5/2022).

Arief menegaskan, dirinya tidak memungkiri bahwa wabah PMK tersebut cukup berdampak pada peternak lokal. Termasuk di wilayah Jawa Timur, yang sempat disebut penyebaran wabah PMK cukup tinggi.

Hal tersebut juga sebagai langkah antisipatif yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga untuk sementara ini, mobilitas ternak sapi memang terpaksa terbatas.

Sementara itu, meskipun ada pembatasan pada mobilitas ternak, dirinya memastikan bahwa kebutuhan daging sapi akan cukup hingga beberapa waktu ke depan. Bahkan menurut Arief, ada stok hingga 3.000 ton.

“Wabah ini, pasokan daging sampai Juni, neraca badan pangan kita ada positif sebesar 3.000 ton. Itu akan cukup. Juga ada dari Australia, India, dan Brasil,” pungkas Arief

Selama ini, untuk ternak yang ada di wilayah Jatim sendiri, biasanya memasok kebutuhan daerah Jabodetabek, Bandung Raya dan Banten. Namun dengan kondisi seperti saat ini, distribusi sapi dari Jatim ke daerah tersebut terpaksa dihentikan. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar