Ekbis

Kendalikan Inflasi, Pemkab Jember Mulai Gelar Operasi Pasar Sepanjang 2023

Kepala Disperindag Jember Bambang Saputro

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menggelar operasi pasar, Senin (16/1/2023) hingga akhir 2023. Komoditas yang tersedia tak hanya dijual untuk konsumen tapi juga pedagang dalam pasar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Bambang Saputro mengatakan, setiap Senin dan Selasa, operasi pasar dilaksanakan di Pasar Tanjung, Pasar Kreongan, dan Pasar Mangli secara bergantian. “Dilanjut pada Rabu dan Kamis di pasar-pasar se-Kabupaten Jember di luar tiga pasar itu, yang jadwalnya diatur bergantian setiap hari,” katanya, Sabtu (14/1/2023).

Operasi pasar ini didukung Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Rajawali Nusindo, dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan. “Alhamdulillah juga ada pengusaha ayam petelur yang siap membantu,” kata Bambang.

Komoditas yang diperdagangkan antara lain beras, minyak goreng, telur ayam, tepung terigu, cabe rawit. “Dalam operasi pasar nantinya kami minta Bulog, PT Rajawali, dan pengusaha ayam petelur, di samping menjual komoditas kepada masyarakat dengan harga di bawah harga pasar, juga menjual komoditasnya kepada para pedagang di pasar. Khususnya Bulog sudah punya program rutin menyalurkan beras ke toko-toko yang sudah menjadi binaannya,” kata Bambang.

Operasi pasar ini diharapkan bisa menjaga inflasi di Kabupaten Jember. “Jadi sepanjang tahun Pemerintah Kabupaten Jember akan melaksanakan operasi pasar untuk memasok komoditas bahan pangan dan menjaga stabilitas harga pangan di pasar,” kata Bambang.

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan (year-on-year) Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Desember 2022 mencapai 7,39 persen dengan Indeks harga Konsumen (IHK) sebesar 115,65. Sementara pada Desember 2022 saja Kabupaten Jember mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 115,65 persen.

“Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 1,13 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,57 persen,” kata Kepala BPS Jember Tri Erwandi, Senin (2/1/2023).

Beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan pada Desember 2022 adalah cabai rawit, telur ayam ras, beras, daging ayam ras, tomat, emas perhiasan, tahu mentah, angkutan dalam kota, tempe dan minyak goreng. Sementara komoditas yang menyumbangkan andil deflasi bulanan pada Desember 2022 adalah sabun cair/sabun cuci piring, udang basah, jeruk, bawang merah, tongkol diawetkan, sabun mandi, buah naga, ikan guram, terasi udang, dan ikan asin teri. [wir/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar