Ekbis

Kekurangan Air, Tanaman Tembakau Warga Sampang Menciut

Sampang (beritajatim.com) – Sejumlah tanaman tembakau milik petani yang berada di Kampung Demongan dan Kampung Masaran, Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, tumbuh tidak sejajar dan terlihat kurang subur. Padahal, saat awal musim tanam bibit tembakau tersebut, ditanam dalam waktu bersamaan.

“Penyebabnya karena saat ini sejumlah sumur mulai mengalami pendangkalan sehingga pasokan air untuk menyiram tembakau berkurang, dan akibatnya pertumbuhan tembakau tidak merata,” kata Masudi, warga Desa Aeng Sareh, Kamis (11/7/2019).

Masudi menambahkan, dampak dari tanaman tembakau yang kekurangan air ini mengancam terhadap kesuksesan masa panen nanti. Sebab, jika kondisi daun tembakau mengkerut dan tinggi batang tembakau tidak standar maka berpengaruh terhadap harga.

“Kalau melihat kondisi tanaman tembakau saat ini, harga tidak akan sesuai dengan harapan petani, bahkan bisa dikatakan merugi,” imbuhnya.

Takim, seorang petani yang lain mengatakan, dalam sepetak lahan di daerahnya, rata-rata petani mengeluarkan anggaran sebesar Rp 2 juta. Tetapi dengan kondisi tanaman tembakau saat ini, pihaknya pesimis untuk memperoleh untung berlimpah dari hasil tanam tembakau.

“Kalau memang harga tembakau saat ini tinggi kami masih beruntung tidak merugi, tapi kalau sebaliknya yang kemungkinan hanya balik modal saja,” tandasnya.[sar/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar