Ekbis

Kebutuhan Pupuk Tinggi, Dispertan Kabupaten Kediri Terapkan Sistem Prioritas

Kediri (beritajatim.com) — Alokasi pupuk untuk para petani di Kabupaten Kediri masih rendah dari kebutuhan yang ada. Terkait hal ini Dinas Pertanian stempat menerapkan sistem prioritas dan relokasi sesuai kebutuhan.

Kekurangan tersebut diketahui berdasarkan jumlah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dimana, total alokasi masih masih minus dari jumlah usulan. Selisih kebutuhan dengan alokasi mencapai ribuan ton, dengan berbagai jenis merek pupuk.

Untuk pupuk urea selisih mencapai sekitar 11 ribu ton, untuk SP36 selsisih 16 ribu ton, za 11 ribu ton, phonska 22 ribu ton. Sedangkan pupuk organik sekitar 13 ton selisihnya.

Kasi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Slamet mengakui, jumlah alokasi dibawah jumlah kebutuhan, karena jumlah kebutuhan tertulis beda dengan praktek di lapangan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, meskipun jumlah alokasi di bawah kebutuhan, tetapi fakta di lapangan cukup. Pola yang diterapkan yakni terus dilakukan evaluasi dan realokasi,” ujar Slamet, Selasa (29/1/2019).

Biasanya, kata Slamet, pada bulan Oktober ada realokasi, dimana beberapa kecamatan yang minim serapannya dialihkan ke daerah yang tinggi serapannya. Tetapi kalau memang betul-betul habis biasanya ada tambahan jumlah pupuk lagi dari pusat.

Lebih lanjut proses pengajuan pupuk awalnya dengan penentuan rdkk mulai dari kelompok tani, ke desa, kecamatan, daerah, provinsi dan dikirim ke pemerintah pusat. Untuk tahun ini penyedia pupuk hanya Petro Kimia Gresik.

Sementara sesuai data pada tahun 2018 kemarin, dari jumlah pupuk urea dari alokasi 49.862 ton terserap 49.252 ton, untuk za dari alokasi 34.355 terserap hanya 34. 109. SP36 dari 4.644 hanya terserap 4.512, phonska dari 40.623 terserap hanya 40. 184 dan organik dari 21.910 hanya terserap 21.886, 92. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar