Ekbis

Kebun Petrokimia Gresik Jadi Wahana Agroekowisata di Tengah Padatnya Kota

Gresik (beritajatim.com) – Petrokimia Gresik (PG), perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memperluas area uji aplikasi produk riset seluas 1,4 hektare di kompleks Kebun Percobaan Petrokimia Gresik (Buncop).

Adapaun fasilitas baru dalam perluasan area ini adalah rumah kaca, dua unit screen house, kolam ikan (hias dan konsumsi), pertanian hidroponik (dengan sistem vertikal, rakit apung, aquaponic, dan dutch bucket), area ternak (kelinci dan kalkun), area tanaman pangan (padi) yang terdiri dari tiga jenis (padi Basmati, padi untuk lahan rawa, padi Japonica), area tanaman hortikultura (tomat, terong, kol, bayam, sawi, dan selada), area tanaman buah-buahan seperti jambu, jeruk, pala, durian, srikaya, dan sebagainya.

Dengan perluasan lahan riset ini maka juga dapat menjadi sarana agroekowisata bagi masyarakat sekitar. Dimana, pengunjung dapat menikmati suasana kebun ditengah padatnya kota industri, sekaligus memperoleh edukasi mengenai budidaya pertanian.

Dirut Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menuturkan, keberadaan lahan riset ini merupakan wujud implementasi perusahaan. Dimana perluasan lahan riset ini menunjukkan arah pengembangan PG sebagai perusahaan berbasis riset untuk menghasilkan produk dan pelayanan solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan.

“Setiap tantangan atau permasalahan tersebut dapat kami hadirkan solusinya, tentu hal ini akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional, pertanian yang berkelanjutan, serta daya saing bangsa,” tuturnya, Senin (24/08/2020).

Saat ini luas area riset dan kebun percobaan PG mencapai sekitar 7,5 hektar. Yakni, terdiri dari 5 hektar kebun percobaan dan 2,5 hektar area perkantoran, delapan unit laboratorium, dan sejumlah mini plant produk pengembangan.

Selain itu, perluasan area riset ini juga sejalan dengan salah satu kunci keberhasilan transformasi bisnis PG, yaitu melahirkan ide atau gagasan baru untuk memperkaya diversifikasi produk agar mampu menjadi market leader dan dominant player di ranah agroindustri nasional.

“Kami ingin meningkatkan kemampuan dan memperluas kapasitas kami dalam riset dan pengembangan teknologi budidaya pertanian,” ungkap Rahmad.

Selain sebagai lahan riset, dan kebun percobaan. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman baru (new customer experience), serta memperoleh pengetahuan secara langsung tentang beternak unggas, ruminansia (hewan pemamah biak), dan ikan. Sensai lainnya, pengunjung juga bisa merasakan sensasi memetik buah atau sayuran segar secara langsung.

“Semua komoditas tersebut, baik tanaman maupun hewan ternak dibudidayakan dengan menggunakan produk unggulan Petrokimia Gresik,” kata Rahmad.

Di area tersebut, lanjut Rahmad, juga dilengkapi dengan gerai pertanian Petromart, yaitu gerai dimana pengunjung tidak hanya dapat mengetahui produk unggulan Petrokimia Gresik, tapi juga mendapatkan layanan konsultasi dan solusi terkait aktivitas budidaya pertaian.

Menurutnya, perusahaannya dalam proyek ini juga diimplementasikan melalui pendirian ‘Mustikarasa Cafe dan Resto’. Tempat ini merupakan bentuk penghargaan Petrokimia Gresik terhadap Sang Proklamator Kemeredekaan Republik Indonesia, dimana nama “Mustikarasa” sendiri diambil dari judul buku Presiden RI pertama, Ir. Soekarno atau Bung Karno.

Buku Mustikarasa berisi resep masakan dari berbagai daerah di Indonesia. Buku ini lahir atas gagasan Bung Karno yang juga seorang pencinta makanan untuk mengumpulkan resep warisan kekayaan Indonesia. Mustikarasa Cafe dan Resto akan menyajikan menu dari resep peninggalan Bung Karno yang dimasak menggunakan bahan-bahan sehat dan segar, serta ditanam di areal riset ini. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar