Ekbis

KCM Pamekasan Diharap Tak Hanya Sajikan Hiburan

Pamekasan (beritajatim.com) – Beragam konten video yang beredar di berbagai jenis media sosial (medsos) seperti Youtube, Facebook hingga Twitter dinilai lebih berbahaya pengaruhnya dibandingkan bioskop dan beragam film yang diputar bagi masyatakat, khususnya bagi kalangan anak-anak dan remaja.

“Pada dasarnya, konten film di bioskop itu sudah dinyatakan lolos sensor dan batasan usia penonton juga sudah ditentukan. Sementara konten video dan film di medsos sebagian besar tidak melalui proses (lembaga sensor film) itu, sehingga bisa diakses siapa saja dan ditonton kapan saja,” kata Akademisi IAIN Madura, Ali Humaidi, Sabtu (15/2/2020).

Hal tersebut disampaikan menyusul adanya pro kontra seputar keberadaan gedung bioskop berkonsep ‘Stand Alone’ Kota Cinema Mall (KCM) Pamekasan yang terletak di Jl Raya Sentol, Desa Sentol, Kecamatan Pademawu, yang mulai beroperasi sejak Kamis (13/2/2020).

“Seharusnya yang sangat perlu diperhatikan secara seksama adalah peredaran konten video di berbagai jejaring media sosial (medsos), sebab kami menilai justru konten di medsos jauh lebih berbahaya karena beredar tanpa melalui penyaringan yang ketat. Bahkan justru dapat diunggah secara langsung oleh penggunanya,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Madura menilai keberadaan bioskop hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu. Termasuk batasan umur yang sudah ditentukan. “Dari itu, bioskop bukan hanya sebatas hiburan semata, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai media dakwah,” jelasnya.

“Jadi hemat kami, video di berbagai jejaring media sosial itu sudah bisa diakses siapa saja dan dimana saja melalui telepon seluler yang kita miliki dan hal itu sangat bebas. Tentunya hal ini berbeda dengan bioskop dengan beberapa alasan yang tadi kami sampaikan,” imbuhnya.

Hanya saja keberadaan bioskop KCM juga mendapat penolakan dari sebagian masyarakat karena alasan lebih banyak mudharat daripada manfaat. Hal tersebut dibuktikan melalui aksi unjukrasa yang dilakukan masyarakat ke Gedung DPRD dan Pemkab Pamekasan di Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Jumat (14/2/2020).

“Kondisi seperti itu wajar dalam sebuah awal, namun yang pasti juga akan ada dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu tentunya juga dapat menatik tenaga kerja lokal khususnya warga di sekitar lokasi, hingga pertumbuhan ekonomi,” sambung Malhum.

Namun demikian ia berharap agar keberadaan KCM Pamekasan, nantinya dapat mengutamakan unsur dakwah dibandingkan aspek hiburan semata. “Tidak kalah penting dari itu semua, kita berharap keberadaan Cinema kedepan mengutamakan banyak unsur dakwah dan pendidikan karakter daripada hiburan semata,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar