Ekbis

Antisipasi Penyebaran Covid-19

KC BRI Mojokerto Berikan Arahan dan Edukasi Masyarakat Lakukan Transaksi Online

Bantuan CSR dari KC BRI Mojokerto diserahkan ke Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan arahan dan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas e-channel atau transaksi online dalam rangka mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Ini disampaikan saat penyerahan bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR) Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ke Pemkab Mojokerto.

Bantuan CSR yang diserahkan Kantor Cabang BRI Mojokerto berupa 500 buah masker kain, 120 kaleng minuman susu steril, 50 unit hazmat suit atau alat pelindung diri (APD), 35 liter hand soap, 5 liter hand sanitizer, serta 5 unit sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) atau wastafel. Penyerahan bantuan CSR diterima langsung Bupati Mojokerto.

Pimpinan KC BRI Mojokerto, Tri Widiatmoko mengatakan, BRI akan terus mendukung dan ikut memberi support kepada pemerintah untuk berjuang bersama melawan Covid-19. “Sebelum ini, kami juga sudah serahkan paket sembako ke masyarakat terdampak,” ungkapnya, Rabu (22/4/2020).

Masih kata Tri, KC BRI Mojokerto juga memberi 6.000 masker kain kepada masyarakat yang bekerja di pasar-pasar. Ini menyusul masih banyak aktivitas di pasar, semua dilakukan dengan tujuan agar mereka terlindungi dan yang belanja aman dan nyaman. Selain itu, KC BRI Mojokerto juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi online.

“Seperti ATM dan M-banking. Karena di uang ada resikonya sehingga kita arahkan dan edukasi masyarakat untuk mengurangi resiko dengan menggunakan ATM dan M-backing. Kita juga merelaksasi kredit bagi sektor-sektor terdampak Covid-19. Seperti produsen sepatu yang belum bisa jual, produksi berkurang,” katanya.

Tri menjelaskan, relaksasi (keringanan) untuk pelaku usaha terdampak Covid-19 tersebut seperti perpanjangan jangka waktu, penundaan pembayaran pokok dan mengurangi kewajiban bunga. Sementara untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), KC BRI Mojokerto masih menunggu petunjuk teknis (juknis).

“Nasabah KUR di Mojokerto ada 30 ribu dengan kelolaan sekitar Rp465 milyar cukup besar, mudah-mudahan nanti segera dilakukan antisipasi dan melakukan secara teknisnya seperti apa untuk membantu masyarakat. Dan kita punya kewajiban untuk tetap menjaga biar perekonomian tetap jalannya. Kewajiban partisipasi disitu,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengucapkan terima kasih atas kepedulian BRI dalam memerangi bersama Covid-19. Dalam wejangannya, Bupati mengingatkan semuanya untuk tak lengah menghadapi pandemi mengingat trend sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, cenderung naik.

“Sudah hampir satu bulan lebih kita fight dengan Covid-19 ini. Kita dari awal sudah siapkan pencegahan. Perintah pusat kita akomodir semua, termasuk refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Posisi kita zona merah, kita harus amati trend saat ini. Karena ODP, PDP bahkan OTG terus naik. Kita tidak boleh lengah. Dengan support dan kerja bersama, semoga Covid-19 ini segera selesai,” jelasnya.

Masih kata Bupati, bantuan CSR dari KC BRI Mojokerto tersebut nantinya akan diserahkan ke Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya pembinaan luar biasa dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait bantuan CSR agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

“Untuk APD, insya Allah cukup. Di bilang sudah dibilang cukup, ya belum karena kebutuhan APD itu sekali pakai. Bantuan dari pemerintah dan masyarakat, APD dibilang cukup untuk hari ini,” pungkasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar