Ekbis

Karyawan Jadi Kunci Keberhasilan Menangkan Pasar Ekspor

Surabaya (beritajatim.com) – Kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja menjadi penentu bisnis perusahaan. Tak jarang ekspor ke berbagai negara, dilihat dulu siapa yang bekerja, berapa jumlah tenaga kerja yang berkompeten di industri tersebut.

Hal itu diungkap oleh Katua Umum Kadin Jawa Timur (Jatim), Adik Dwi Putranto dalam penutupan pelaksanaan Sertifikasi 270 Tenaga Kerja di PT Maspion, Surabaya, Rabu (15/7/2020).

“Terlebih saat pandemi ini membuat banyak negara melakukan pengetatan impor,” ujar Adik Dwi Putranto.

Ia menegaskan bahwa pengakuan terhadap kompetensi seseorang dibuktikan melalui kepemilikan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) melalui serangkaian proses uji kompetensi. Untuk itu, Kadin Jatim terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja industri.

Disisi lain, sistem sertifikasi kompetensi ini juga dapat digunakan sebagai sarana barrier bagi tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, serta sebagai sarana untuk meningkatkan penghargaan industri kepada tenaga kerja dengan kualifikasi kompetensi tertentu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur LSP Elektronika Nasional Prapto Rusianto mengatakan bahwa sertifikasi 270 TK Operating Equipment Machine PT Maspion ini adalah bantuan dari pemerintah, yakni dari Kementerian Perindustrian melalui Pusat Pelatihan dan Pendidikan Industri yang dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 15 Juli 2020.

“Selain PT Maspion, yang juga dapat alokasi melalui Pusdiklat Industri adalah PT Eta Indonesia Sidoarjo sebanyak 180 TK dan dan PT Singko Prima Alloy Surabaya sebanyak 40 TK. Sehingga total ada sebanyak 500 TK. Kami juga mendapatkan alokasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP untuk meningkatkan kompetensi pada 800 TK melalui anggaran dari APBN,” terang Prapto.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan SDM Kadin Jatim, Nurul Indah Susanti bahwa Kadin Jatim akan terus menyupport peningkatan presentase tenaga kerja yang tersertifikasi di Jatim melalui peningkatan skill tenaga kerja, baik yang bersifat re-skilling atau up-skilling. Karena ini akan menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan terjadinya penurunan angka pengangguran di Jatim.

Terlebih jumlah tenaga kerja yang tersertifikasi saat ini masih sangat kecil. Berdasarkan data BNSP, jumlah TK di seluruh Indonesia yang telah tersertifikasi sejak tahun 2015 hingga 2019 hanya mencapai 2,011 juta TK.

“Kadin berharap, jumlah TK yang tersertifikasi di seluruh sektor industri di Jatim akan terus naik dengan kian upaya maksimal yang telah dan akan kita lakukan, terlebih tenaga kerja di UMKM,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat mengatakan bahwa kegiatan fasilitasi sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja sektor industri dilakukan sebagai upaya Kementerian Perindustrian dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten.

“Dasar hukum pelaksanaan kegiatan Sertifikasi kompetensi tenaga kerja sektor industri adalah sebagaimana diamanahkan dalam UU Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 yaitu pelaksanaan uji kompetensi personil yang dilakukan untuk memastikan penguasaan kompetensi bagi para tenaga kerja di sektor industri,” tandasnya. [rea/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar