Ekbis

Kartini Penyintas Masa Pandemi COVID-19 Bersama Pertamina

Surabaya (beritajatim.com) – Setidaknya lebih dari 80 (delapan puluh) persen, anggota Kelompok Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Kesra Bordir adalah perempuan yang berprofesi ganda, sebagai wirausaha dan juga Ibu Rumah Tangga,” ujar Harifah Adhar, Tokoh Penggiat UMKM Kesra Bordir, Surabaya.

Merebaknya wabah COVID-19 memberikan dampak pada usaha dan stabilitas ekonomi para anggotanya. Ribuan pesanan yang sudah siap dikirim dibatalkan konsumen. Tidak hanya 1 atau 2 orang konsumen yang membatalkan namun hampir semuanya.

“Karena masa pencegahan penyebaran COVID-19 ini, banyak acara pernikahan yang ditunda, sesuai dengan anjuran dari Pemerintah, begitu juga dengan pesanan seragam pernikahan,” ujar Harifah.

Hasil berkoordinasi bersama dengan Pertamina Marketing Operation (MOR) V, Jatimbalinus. Kesra Bordir sebagai salah satu mitra binaan Pertamina diusulkan untuk mulai membuat Alat Pelindung Diri (APD) guna menjadi solusi pada saat APD sudah mulai langka di pasaran. Selain Kesra Bordir, beberapa UMKM Binaan Pertamina di wilayah Jawa Timur seperti W-Queen di Surabaya, Surya Anggun Taylor di Mojokerto dan Jocce di Sidoarjo juga diminta untuk mulai beralih membuat produk APD dalam mengantisipasi masa pandemi COVID-19 ini.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji menyampaikan, Pertamina mencoba menawarkan solusi terhadap kebutuhan keberlangsungan industri UMKM dan sekaligus menjawab permasalahan akan tingginya permintaan APD yang berbanding terbalik dengan minimnya stok ketersediaan APD pada masa sekarang ini.

“Kami memesan bantuan APD dan masker kain ini dari UMKM binaan Program CSR dan Program Kemitraan, dengan harapan dapat memberdayakan UMKM yang juga terdampak secara ekonomi selama wabah COVID-19 ini. UMKM yang sebelumnya bergerak di bidang konveksi, kami minta mengubah jenis produknya, agar dapat berperan dalam penanganan penyebaran COVID-19.
UMKM tersebut mayoritas dikelola sekaligus memperkerjakan kaum perempuan. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini, kami serahkan bantuan buatan mereka, ke Posko Tanggap COVID-19 BUMN Jawa Timur,” ujar Rustam.

Untuk kelayakan APD hasil produksi UMKM binaan nya, Rustam menyampaikan bahwa pembuatanĀ  setelan hazmat, telah dikonsultasikan bahan dan desainnya ke Fungsi Medical Pertamina.

Dan pembuatan masker kain, dibuat 2 (dua) lapis sesuai rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, diharapkan dapat memenuhi standar yang diterapkan oleh protokol kesehatan.

Dan hari ini (Selasa, 21/4) Pertamina menyerahkan 100 (seratus) setelan Hazmat dan 1.000 (seribu) masker kain non medis produk binaan UMKM tersebut kepada Satgas COVID-19 BUMN Provinsi Jawa Timur. Bantuan ini diterima oleh Humas PT PAL, Utario Esna Putra, yang ditunjuk sebagai BUMN Koordinator Bidang Logistik di Jawa Timur.

“Kami mewakili Satgas COVID-19 BUMN Provinsi Jawa Timur mengucapkanĀ  terima kasih kepada UMKM binaan Pertamina, dan akan menyalurkan bantuan tersebut ke RS Rujukan, Puskesmas, dan juga posko-posko BUMN di Jawa Timur. Salah satunya adalah Posko Informasi COVID-19 BUMN di Hotel Pesonna Surabaya, yang tercatat bahwa banyak masyarakat yang meminta informasi, namun belum menggunakan masker,” tutup Utario.[rea/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar