Iklan Banner Sukun
Ekbis

Kampung Klepon Kembali Menggeliat Usai Pandemi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Menjalankan bisnis di tengah pandemi tidaklah mudah. Apalagi jika bisnis yang digeluti sama dengan para tetangganya.
Inilah yang dirasakan oleh Nugraeni Lantarati (52) yang harus mengelus dada saat sektor pariwisata di tutup dengan tujuan untuk mengurangi penularan virus Covid-19. Sejak saat itu usaha klepon dengan merek Hj Nunuk Bulang langsung merosot tajam.
Jika sebelumnya, kampungnya di Bulang, Prambon Kabaputen Sidoarjo menjadi pusat oleh-oleh klepon selalu penuh dengan bus pariwisata, kini sunyi.
“Mau teriak ya gimana ya, karena bukan saya saja yang terpuruk. Saudara dan tetangga saya juga mengalami nasib yang sama. Kadang ada sedikit pesanan dari luar, kami harus membaginya dengan tetangga yang juga pembuat klepon agar bisa sama-sama bertahan,” ungkap Nugraeni nelangsa.
Biasanya per hari setiap pembuat klepon di Prambon bisa menjual hingga 300 kotak, kini menurun. Bahkan terkadang sehari tak ada pesanan sama sekali.
Namun ditengah sepinya pembeli klepon, Nunuk panggolan akrab Nugraeni pun bersyukur ternyata masih ada memperhatikan upaya mereka untuk membuka pemasaran di tempat lain. BRI melalui Mantri BRI Unit Prambon menawarkan Nunuk untuk ikut pameran.
“Saya sudah dua kali dapat kesempatan ikut bazar dan efeknya mulai banyak pesanan dari Surabaya dan sekitarnya. Sebagian besar pesanan untuk acara syukuran hingga arisan,” ungkap Nunuk.
Tak hanya itu saja, para pembuat klepon di kampung klepon pun dibantu peralatan pembuat klepon seperti panji dan kompor baru sehingga kualitas klepon yang dihasilkan tetap terjaga.
“Bantuan konsultasi manajemen sederhana pun kami terima dari BRI. Ini amat membanti kami ditengah pandemi untuk bangkit kembali.  Dan kini bus pariwisata mulai berdatangan ke kampung kami, seiring dengan redanya pandemi ini,” tandasnya.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar