Iklan Banner Sukun
Ekbis

Kaesang dan Wapres RI pun Tertarik Keripik Nyonya Patin Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Terkenal dengan beragam jenis olahan makanannya, Kabupaten Lamongan pun memiliki sejumlah camilan ringan yang bisa dijadikan oleh-oleh saat Anda datang berkunjung ke kota soto ini. Salah satunya adalah keripik ikan patin Lamongan.

Di tangan pengusaha muda Lamongan, Achmad Zanuar bersama sang istri Elinda Eka Nurcahya, kulit ikan patin diolah jadi camilan nikmat yang renyah dan gurih, sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Ide pembuatan camilan ini, Ahmad Zanuar mengaku, berawal dari saat dirinya tengah putus asa akibat berulang kali mengalami kegagalan dalam menjalankan usaha. Lalu saat ia bekerja sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa pengiriman ikan, tercetuslah produk keripik ini.

“Kita sering usaha, sering gagal. Tapi kita tidak berhenti di situ, kita cari peluang gimana caranya kita bisa kembali memulai usaha,” ujar Achmad Zanuar selaku Owner keripik merk Nyonya Patin tersebut kepada wartawan, Rabu (13/10/2021).

Achmad Zanuar bersama sang istri Elinda Eka Nurcahya, owner keripik kulit ikan patin “Nyonya Patin” Lamongan.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Zanuar ini menceritakan, saat ia mengirim ikan ke salah satu pabrik, ia melihat ikan-ikan yang hanya diambil dagingnya saja, sementara kulitnya dikupas dan dipisahkan. “Dari situ saya mulai penasaran, kemana kulitnya. Ternyata kulitnya enggak terpakai,” tuturnya.

Tanpa berfikir panjang, bapak satu anak ini lalu memutuskan untuk membeli kulit ikan patin dari pabrik tersebut, kemudian dibawa pulang untuk diberikan kepada istrinya.

“Saya kasih ke istri sebagai hadiah ulang tahun. Terus kulit ikan patin itu saya proses bersama istri dan memulai lagi usaha yang baru. Saya bikin merk dengan nama Nyonya Patin. Insya Allah, Nyonya Patin membawa rejeki dan ketekunan dalam berbisnis,” imbuhnya.

Mengenai proses pembuatannya, Zanuar menuturkan, prosesnya cukup sederhana, kulit ikan patin dicuci berulang kali sampai benar-benar bersih, kemudian dibumbui hingga merata, lalu digoreng.

“Proses penggorengan kita lakukan dua kali, yang pertama cukup lama, tapi yang penggorengan kedua hanya sebentar, agar bisa renyah,” ujarnya.

Menurut Zanuar, dirinya tidak mengalami kendala dalam proses pembuatan keripik kulit ikan patin tersebut, karena tanpa proses penjemuran, sehingga tidak terkendala cuaca. “Begitu juga dengan bahan bakunya, semuanya tercukupi. Bahan bakunya dari pabrik di Surabaya dan Tulungagung,” sambungnya.

Meski saat merintis camilan ini hanya dijual di pasar lokal, namun saat ini usaha Zanuar mengalami perkembangan yang begitu pesat dan memiliki konsumen di hampir seluruh wilayah Indonesia. “Kita telah kerjasama dengan marketplace blibli.com, jadi kita bisa menjangkau seluruh Nusantara,” tuturnya.

Seiring dengan jumlah konsumen yang semakin bertambah, Zanuar menyebut, saat ini pihaknya telah menyediakan 3 varian rasa, yaitu rasa original, rasa sapi panggang dan rasa telur asin. “Rasa original dan sapi panggang kita jual dengan harga Rp 25 ribu, yang telor asin Rp 40 ribu, dalam kemasan 160 gram,” ucapnya.

Dengan cita rasa dan karakternya yang khas, kini kehadiran keripik kulit ikan patin semakin mencuri perhatian dan mengundang banyak peminat, mulai dari kalangan bawah, hingga menengah ke atas. Bahkan tak terkecuali Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.

Tak tanggung-tanggung, Kaesang secara khusus mengundang owner Nyonya Patin ini untuk berbagi cerita di podcast miliknya. Sedangkan Wapres Ma’ruf Amin secara khusus meminta keripik Nyonya Patin itu dalam pameran produk UMKM yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya beberapa waktu lalu. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar