Ekbis

Untuk Pengolahan Produk Pertanian

Kadin Jatim Bakal Lakukan Pendampingan UKM

Surabaya (beritajatim.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menargetkan pendampingan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sektor pengolahan hasil pertanian bakal terlaksana mulai awal Maret 2020. Pendampingan akan dilakukan oleh lembaga nirlaba asal belanda, yaitu PUM Netherland Senior Expert.

Sementara lokasi pendampingan akan dipusatkan di tiga zona, zona Surabaya dan sekitarnya, zona Banyuwangi dan sekitarnya serta zona Trenggalek dan sekitarnya. Penetapan ini dilakukan pasca tenaga PUM Netherland Senior Expert datang dan berkoordinasi dengan Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto.

Adik mengatakan bahwa waktu pelaksanaannya telah dikoordinasikan dengan PUM Netherland Senior Expert, lembaga yang membantu dalam proses pendampingan. Sementara penentuan tiga zona bertujuan untuk mempermudah jangkauan UKM di wilayah tersebut. “Ini untuk mempermudah mereka mengikuti pendampingan,” ujar Adik Dwi Putranto.

Untuk pendampingan di zona Surabaya dan sekitarnya akan dilaksanakan pada taggal 8-20 Maret 2020 dan tanggal 31 Maret -11 April 2020. Di wilayah Banyuwangi sekitarnya akan hadir pada bulan Maret tanggal 21 sampai dengan tanggal 27 Maret 2020. Sedangkan di zona Trenggalek dan sekitarnya akan dilaksanakan pada tanggal 15 -20 Maret 2020.

“Karena jadwalnya sangat padat, maka akan ada tiga Senior Expert dari PUM Belanda yang akan terjun langsung yang nantinya akan didampingi oleh pengurus Kadin kabupaten kota,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam proses pendampingan, tenaga senior expert akan melihat dan mengevaluasi proses produksi, packaging atau pengemasan serta melihat manajemen administrasi dan keuangan UKM yang bersangkutan. Selain itu, mereka juga diajari bagaimana membuka jejaring pasar luar negeri.

“Kita tidak perlu malu atas kekurangan UKM kita, karena dengan mengetahui kekurangan itu kita bisa memperbaikinya. Apa itu soal manajemen ataukah soal pengemasan agar UKM Jatim makin mudah menembus pasar luar negeri,” tegas Adik.

Ia mengungkapkan bahwa Kadin Jatim serius dalam melakukan pendampingan UKM pengolahan hasil pertanian. Selain akan berdampak pada peningkatan nilai ekspor Jatim, upaya ini juga dipastikan akan berdampak positif terhadap kinerja pertanian Jatim dan kesejahteraan petani.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Jawa Timur Yapto Willy Sinatra mengatakan bahwa ekspor mamin sebenarnya sangat potensial. Beberapa negara yang dinilai cukup menjanjikan adalah Afrika dan Eropa.

Hanya saja, akibat adanya virus corona yang menjalar di sejumlah negara, maka ekspor mamin ikut terhambat, utamanya ekspor ke China yang selama ini memberikan kontribusi sangat besar. “Meski demikian, kita tidak boleh pasrah dan berhenti. Pendampingan dan peningkatan kualitas produk pengolahan harus terus ditingkatkan,” ujar Yapto.

Secara nasional, ekspor mamin cukup besar. Berdasarkan data Kemenperin, produk mamin Indonesia mampu mencatatkan nilai ekspor tertinggi di kelompok manufaktur, dengan capaian US$27,28 miliar sepanjang tahun 2019. Selain itu, industri mamin juga sebagai penyetor terbesar terhadap nilai investasi pada periode Januari-September 2019 di angka Rp 41,43 triliun. Selanjutnya, industri mamin menyerap paling banyak tenaga kerja di sektor manufaktur dengan jumlah 4,74 juta orang hingga Agustus 2019. [rea/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar