Ekbis

Kadin Ajak Pengusaha Surabaya Jalin Kolaborasi Teknologi dengan Taiwan

Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi saat pembukaan Taiwan Expo 2019

Surabaya (beritajatim.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya mengajak para pelaku usaha di Kota Pahlawan untuk menjalin kolaborasi dengan industri Taiwan. Prospek kolaborasi terbuka terutama dalam bidang teknologi di mana Taiwan punya banyak keunggulan.

“Taiwan adalah bagian penting dalam rantai pasok global industri teknologi dunia. Mereka selangkah lebih maju dalam penerapan Revolusi Industri 4.0, membangun kecerdasan buatan, artificial intelligence, dan itu tentunya bisa diaplikasikan dalam berbagai sektor bisnis, mulai layanan kesehatan sampai makanan-minuman,” ujar Ketua Kadin Surabaya Ali Affandi di sela-sela pembukaan Taiwan Expo di Surabaya, Kamis (26/9/2019).

Dengan kolaborasi teknologi tersebut, lanjut dia, industri di Surabaya bisa meningkatkan daya saingnya karena proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien. “Kolaborasi teknologi bakal mendorong lompatan bagi pelaku usaha di Surabaya. Saya kira ada peluang besar di sana yang harus dimanfaatkan,” ujar Andi, sapaan akrab Ali Affandi.

Selain kolaborasi teknologi, Andi juga melihat besarnya peluang menggarap pasar ekspor ke Taiwan. Meski populasinya tidak besar, hanya sekitar 23 juta penduduk, kualitas ekonomi Taiwan sangat baik. Pendapatan per kapita atau PDB per kapita Taiwan sudah menembus angka USD 25.000, setara dengan negara-negara maju di dunia.

“Daya beli di sana besar, terutama pada produk turunan pertanian di mana mereka menginginkan produk sehat dan organik. Dalam hal ini, para pelaku usaha Surabaya bisa bermitra dengan para petani di berbagai wilayah Jatim untuk bersama-sama menggarap pasar Taiwan,” jelas Andi.

“Selama ini Taiwan memang belum menjadi pasar utama ekspor dari Surabaya dan Jatim yang lebih banyak tertuju ke Jepang, Tiongkok, dan AS. Tapi ke depan Taiwan sebagai pasar yang menarik harus digarap,” imbuhnya.

Dia menambahkan, potensi wisatawan dari Taiwan juga cukup besar. Dengan pendapatan per kapita yang tinggi, berwisata telah menjadi kebutuhan warga Taiwan.

“Surabaya sebagai pintu masuk utama turis ke Jatim perlu mengambil peluang ini dengan memetakan keinginan wisatawan Taiwan,” ujarnya.

Andi berharap, Taiwan Expo yang digelar di Surabaya bisa semakin mempererat relasi ekonomi di antara kedua pihak. “Terima kasih kepada Chairman Taiwan External Trade Development Council (Taitra), James Huang, yang terus berkomitmen membangun hubungan ekonomi yang baik antara Taiwan dan Indonesia, khususnya Jatim dan Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Taiwan Expo 2019 yang digelar di Grand City Surabaya mulai Kamis-Sabtu (26-28/9/2019) menghadirkan 180 exhibitor dari Taiwan. Ajang ini menghadirkan enam industri utama termasuk di dalamnya yaitu teknologi pintar, pendidikan, budaya, pariwisata hingga perawatan kesehatan dan makanan halal.

Taiwan Expo 2019 juga menampilkan produk antariksa nasional Taiwan dan asosiasi pengembangan industri antariksa Taiwan.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar