Ekbis

Kabupaten Malang Siap Kembangkan Budidaya Kelapa Sawit

Malang (beritajatim.com) – Budidaya perkebunan kelapa sawit siap dikembangkan di wilayah Kabupaten Malang. Potensi geografis yang cukup memadai, menjadikan luasan wilayah di sejumlah titik nantinya, coba dikembangkan dengan kelapa sawit. Khususnya, di kawasan selatan Kabupaten Malang.

Pasalnya, di wilayah tersebut memiliki agroklimat atau memiliki faktor iklim dan hidrologi yang cukup menunjang dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Selain itu, juga akan dibangun pabrik yang bergerak dalam bidang pengembangan energi olahan dari kelapa sawit, seperti pengolahan bahan bakar nabati atau biofuel berbasis kelapa sawit.

Kondisi inilah yang akan jadi bidikan utama Pemkab Malang untuk mengembangkan komoditas kelapa sawit. Untuk mewujudkan hal itu, Bupati Malang HM.Sanusi bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) kabupaten Malang Budiar Anwar, serta beberapa Camat dan Pimpinan Bank Jatim Malang melakukan study replikasi ke Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada Senin (16/12/2019) kemarin.

Menurut Sanusi usai study replikasi, Selasa (17/12/2019) siang ini menjelaskan, tujuan study replikasi yaitu belajar dalam mengembangkan perkebunan kepala sawit, mulai dari cara menanam, merawat, memanen hingga proses produksi.

Sebab, wilayah Kabupaten Malang memiliki karakteristik udara dan tanah yang sama dengan Labuhan Batu. Sehingga pihaknya belajar ke Kabupaten Labuhan Batu, karena wilayah tersebut merupakan daerah sentra tanaman kelapa sawit.

“Tanaman kelapa sawit yang dihasilkannya tidak hanya memproduksi untuk minyak goreng saja, tapi juga diolah menjadi sumber energi bio solar,” kata Sanusi.

Menurut Sanusi, wilayah Kabupaten Malang dikenal dengan hasil pertanian seperti padi, jagung, dan tebu yang melimpah sejauh ini. Namun pemerintah setempat ingin meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Untuk itu, dirinya berharap, setelah belajar mengenai industri kelapa sawit mulai dari hulu hingga hilir, hal ini tentunya dapat membantu untuk mengoptimalkan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Malang.

“Sudah ada tawaran untuk mendirikan pabrik bio solar dari Pemerintah Pusat dengan bahan baku kelapa sawit. Sedangkan pabrik bio solar rencana akan didirikan di wilayah Kecamatan Pagak atau Kalipare, apabila kedua wilayah itu memenuhi syarat dan suplay bahan baku,” ungkap Sanusi.

Sanusi membeberkan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan lahan untuk komoditas kelapa sawit di wilayah Malang Selatan, yaitu di wilayah Kecamatan Kalipare, Donomulyo, Pagak, Sumbermanjing Wetan, Ampelgading, dan Tirtoyudo.

Sedangkan lahan yang sudah kita siapkan seluas 30 ribu hektare, dari 60 ribu hektare lahan perkebunan. Dan lahan yang nantinya kita jadikan perkebunan kelapa sawit tidak mengganggu tanaman pertanian yang sudah ada, seperti tanaman tebu, padi maupun jagung.

Melihat kondisi dan agroklimat di wilayah Malang Selatan, jelas Sanusi, hal itu sangat cocok untuk mengembangkan kelapa sawit. Dan saat itu juga ada tawaran dari Pemerintah Pusat.

Sehingga, dirinya bersedia jika Kabupaten Malang dijadikan tempat pengembangan komoditas perkebunan kelapa sawit. Bahkan, juga ada investor dari Prancis yang siap membangun pabrik kelapa sawit di Malang Selatan.

“Dengan begitu, perekonomian masyarakat Kabupaten Malang khususnya diwilayah Malang Selatan bisa terangkat,” tegasnya.

Sanusi menambahkan, dirinya bersama rombongan saat melakukan study replikasi di Labuhan Batu, langsung diterima Bupati Labuhan Batu Andi Suhaimi Dalimunthe.

“Kami diajak ke PT Pangkatan Indonesia sebagai pabrik pengelola kelapa sawit, serta diajak berkunjung ke perkebunan kelapa sawit di Desa Perkebunan Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labhuan Batu, Provinsi Sumut juga. Kita lihat langsung prosesnya dari dekat,” Sanusi mengakhiri. (yog/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar