Iklan Banner Sukun
Ekbis

Kabar Gembira, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Bayar THR 100 Persen

Jember (beritajatim.com) – Kabar gembira untuk pegawai Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Badan usaha milik Kabupaten Jember ini siap membayar Tunjangan Hari Raya (THR) 100 persen kepada seluruh karyawan.

“Jumlah pegawai yang dapat THR kurang lebih 1.653 orang, kecuali yang pekerja lepas,” kata Direktur Utama Kahyangan Sofyan Sauri. Ada tidaknya bingkisan lebaran untuk pekerja lepas akan disesuaikan dengan kemampuan finansial perusahaan.

Saat ini, Kahyangan tengah berusaha memperbaiki kondisi perusahaan sedikit demi sedikit. “Mungkin kita bayarkan dulu ke karyawan,” kata Sofyan.

Selama bertahun-tahun, saat masih berstatus Perusahaan Daerah Perkebunan, Kahyangan selalu dirundung persoalan yang sama yakni defisit keuangan. Alhasil. perusahaan tersebut tak bisa memberikan sumbangsih keuangan daerah. PDP hanya memberikan sumbangsih berupa pemberitaan-pemberitaan mengenai aksi unjuk rasa buruh.

Namun kondisi Kahyangan saat ini, menurut Sofyan, kondusif. “Kalau kondisi keuangan mulai menunjukkan tren positif, karena produksi mulai meningkat dan harga komoditas di pasaran mulai bagus,” katanya.

Membaiknya kondisi ini tak lepas dari membaiknya harga karet. “Alhamdulillah, karet menyentuh harga Rp 23-24 ribu per kilogram sheet (karet olahan),” kata Sofyan.

Kendati kondisi membaik, Kahyangan masih belum bisa menyumbangkan pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD) Jember. “Kami mengembalikan hak-hak buruh dulu dan menyehatkan PDP dulu, terus menyejahterakan karyawan. Baru setelah itu PAD. Karena ada dua sisi yang harus kami selesaikan, yakni aspek sosial dan ekonomi. Sebagai jaring pengaman sosial, kami harus menghidupi warga Jember yang nota bene karyawan PDP,” kata Sofyan.

Menurut Sofyan, banyak permasalahan yang harus diselesaikan di PDP. “Seperti pajak yang belum terbayar dan mengembalikan hak buruh seratus persen,” katanya.

Saat ini, gaji pekerja baru dibayar 70 persen karena minimnya uang perusahaan. “Tapi kami berusaha untuk naikkan jadi 80 persen lebih. Kami upayakan untuk naik. Kami masih minta persetujuan ke kuasa pemilik modal (bupati),” kata Sofyan.

Ada empat jenis pegawai di Kahyangan yakni pegawai harian tetap, pegawai bulanan, pegawai golongan, dan pegawai harian lepas, dan pegawai borongan. “Kalau borongan (dibayar) sesuai volume produksi yang didapat, dan itu tidak pernah diturunkan mulai dulu. Jadi tetap tinggi,” kata Sofyan.

Sofyan menargetkan, Kahyangan bisa menyumbang PAD setelah berhasil menggandeng investor dan tambahan modal untuk peremajaan tanaman setahun atau dua tahun. “Mungkin sekitar tiga atau empat tahun sudah bisa menyumbangkan PAD,” katanya. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar